Ada hal menarik yang sedang terjadi di pasar valuta asing akhir-akhir ini. Konflik di Iran tampaknya mempercepat pergerakan carry trade di G10, dan hasilnya cukup positif untuk beberapa pelaku.



Yang menarik perhatian saya adalah bahwa carry trade yang bertaruh melawan yen dan franc Swiss berjalan dengan sangat baik. Sementara itu, mereka yang bertaruh mendukung dolar Australia, krona Norwegia, dan poundsterling juga melihat angka hijau. Ada logika yang jelas di balik ini.

Di satu sisi, dolar Australia dan krona Norwegia menguat karena keduanya adalah mata uang dari negara pengekspor bahan mentah, jadi secara alami mereka mendapatkan manfaat saat ketegangan geopolitik meningkat. Poundsterling adalah kasus menarik lainnya: nilainya naik karena pasar mulai mengantisipasi bahwa Bank of England mungkin akan menaikkan suku bunga mereka.

Di sisi lain, untuk beberapa carry trade, Bank Nasional Swiss telah mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan intervensi valuta asing, yang cukup melemahkan franc Swiss. Dan minyak, yang tentu saja melonjak akibat konflik ini, juga memberi tekanan besar pada yen.

Singkatnya, carry trade tetap menjadi strategi yang menciptakan peluang saat terjadi volatilitas geopolitik. Mereka yang tahu di mana harus menempatkan posisi sedang memanfaatkan pergerakan ini. Ini mengingatkan kita bahwa di pasar, ketegangan global dapat diterjemahkan menjadi keuntungan yang dihitung dengan baik bagi mereka yang memahami permainan carry trade.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan