Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ada hal menarik yang sedang terjadi di pasar valuta asing akhir-akhir ini. Konflik di Iran tampaknya mempercepat pergerakan carry trade di G10, dan hasilnya cukup positif untuk beberapa pelaku.
Yang menarik perhatian saya adalah bahwa carry trade yang bertaruh melawan yen dan franc Swiss berjalan dengan sangat baik. Sementara itu, mereka yang bertaruh mendukung dolar Australia, krona Norwegia, dan poundsterling juga melihat angka hijau. Ada logika yang jelas di balik ini.
Di satu sisi, dolar Australia dan krona Norwegia menguat karena keduanya adalah mata uang dari negara pengekspor bahan mentah, jadi secara alami mereka mendapatkan manfaat saat ketegangan geopolitik meningkat. Poundsterling adalah kasus menarik lainnya: nilainya naik karena pasar mulai mengantisipasi bahwa Bank of England mungkin akan menaikkan suku bunga mereka.
Di sisi lain, untuk beberapa carry trade, Bank Nasional Swiss telah mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan intervensi valuta asing, yang cukup melemahkan franc Swiss. Dan minyak, yang tentu saja melonjak akibat konflik ini, juga memberi tekanan besar pada yen.
Singkatnya, carry trade tetap menjadi strategi yang menciptakan peluang saat terjadi volatilitas geopolitik. Mereka yang tahu di mana harus menempatkan posisi sedang memanfaatkan pergerakan ini. Ini mengingatkan kita bahwa di pasar, ketegangan global dapat diterjemahkan menjadi keuntungan yang dihitung dengan baik bagi mereka yang memahami permainan carry trade.