Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini tren pasar emas yang naik selama tiga minggu berturut-turut memang menarik perhatian banyak orang. Saya perhatikan bahwa di bawah dorongan kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran, harga emas terhadap dolar sempat menembus di atas 4800 dolar, tetapi tren kenaikan ini tidak bertahan lama, akhirnya ditutup di sekitar 4748 dolar. Tampaknya pasar tidak begitu yakin terhadap kesepakatan gencatan senjata ini seperti yang dibayangkan.
Yang menarik adalah, meskipun harga emas terhadap dolar baru-baru ini mengalami rebound, para analis umumnya berpendapat bahwa pasar ini masih dalam keadaan seimbang yang sangat tipis. Ada yang menggambarkan emas saat ini seperti berdiri di tepi tong minyak, sedikit saja angin bertiup, bisa terjadi perubahan besar. Kepala strategi futures Tastylive secara langsung menyatakan bahwa situasi gencatan senjata masih sangat rapuh, dan terlalu dini untuk menarik kesimpulan. Dia bahkan mengakui bahwa di tengah gangguan yang terus-menerus ini, sulit untuk merasa sangat antusias terhadap emas.
Yang meninggalkan kesan mendalam bagi saya adalah sikap pasar terhadap level 5000 dolar. Meskipun dari segi teknikal terlihat ada perbaikan, para analis umumnya memperkirakan bahwa dalam jangka pendek harga emas masih sulit menembus posisi tersebut. Alasannya sebenarnya cukup kompleks—baik ketidakpastian geopolitik maupun ekspektasi inflasi turut mempengaruhi.
Berbicara tentang inflasi, data CPI bulan Maret terbaru menunjukkan kenaikan sebesar 0,9% secara bulanan, jauh di atas angka 0,3% di bulan Februari. Angka ini meskipun sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 1,0%, tetap mencerminkan tekanan inflasi yang berlanjut. Harga bensin yang melonjak secara langsung mendorong biaya konsumsi naik, meskipun inflasi inti relatif lebih moderat.
Yang menarik adalah, survei kepercayaan konsumen menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, berlawanan dengan meningkatnya ekspektasi inflasi. Kepala strategi komoditas dari SG Bank menyatakan bahwa mereka perlu melihat sinyal pasti bahwa perang di Timur Tengah benar-benar mendekati akhir, baru mereka bisa lebih yakin terhadap pergerakan harga emas terhadap dolar selanjutnya.
Namun dari sudut pandang jangka panjang, para analis tetap cenderung optimistis terhadap emas. Mereka berpendapat bahwa begitu kekhawatiran inflasi mulai menekan pertumbuhan ekonomi, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai akan kembali menonjol. Apalagi jika Federal Reserve akhirnya terpaksa mempertimbangkan penurunan suku bunga, itu akan sangat menguntungkan harga emas. TD Securities bahkan memprediksi bahwa ada ruang untuk penurunan suku bunga di paruh kedua tahun ini, yang tentu saja akan memberi dorongan kenaikan baru bagi emas.
Secara keseluruhan, pasar emas saat ini sedang mencari keseimbangan di tengah berbagai faktor yang saling tarik-menarik. Dalam jangka pendek memang ada variabel yang bisa mempengaruhi, tetapi secara logika jangka panjang tampaknya lebih menguntungkan untuk aset lindung nilai ini.