Saya saat ini cukup skeptis terhadap pernyataan “RWA di-chain = penghasilan stabil di atas chain”, bukan berarti itu pasti tidak bisa dilakukan, tetapi seringkali likuiditas terlihat sangat ramai, baru saat ingin mencairkan barulah sadar itu hanyalah ilusi.



Jelasnya, kedalaman di atas chain itu lebih banyak dipakai untuk transaksi sekunder, dan bukan hal yang sama dengan apakah aset dasar bisa dicairkan sesuai ketentuan tepat waktu. Jendela pencairan, T+N, batasan kuota, siapa yang duluan, dan apakah bisa dihentikan saat kondisi ekstrem… ketentuan ini jauh lebih penting daripada angka APY. Baru-baru ini juga melihat orang membandingkan RWA, hasil obligasi AS, dan berbagai “sekuritas serupa” di chain, rasanya seperti membandingkan kedalaman pasar dengan tabungan bank, ada dimensi yang salah kaprah.

Saya sendiri sebelum order biasanya dulu lihat kedalaman dan slippage, untuk RWA ini lebih penting lihat “jalur keluar”: jual di pasar sekunder itu tergantung kemampuanmu, kalau mau cairkan lewat redemption berapa lama, apakah akan terkunci, pikirkan dulu matang-matang. Lebih baik melewatkan daripada akhirnya jadi donatur likuiditas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan