Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Menarik apa yang sedang terjadi di sekitar pelabuhan Iran akhir-akhir ini. Windward, perusahaan analisis maritim asal Inggris, baru saja mendokumentasikan bagaimana beberapa kapal sudah menemukan cara untuk mengelak dari blokade yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.
Pada 14 April, sebuah kapal pendarat dengan bendera Iran berhasil berangkat dari pelabuhan Iran Abbas, menyeberangi Selat Hormuz, dan masuk ke Teluk Oman. Jelas kapal tersebut tidak berhenti di blokade. Tapi yang lebih mencengangkan adalah langkah lain: antara 14 dan 15 April, sebuah supertankers kosong berlayar dengan bendera palsu di perairan teritorial Iran dan masuk ke Selat Hormuz. Menurut para analis, kapal tersebut kemungkinan mengikuti garis pantai untuk mengurangi risiko terdeteksi. Windward juga menganggap ini sebagai pelayaran yang melewati blokade.
Angka-angka dari 14 April menceritakan sebuah kisah menarik. Di pelabuhan Iran dan daerah sekitarnya, lalu lintas melalui Selat Hormuz tetap cukup aktif, meskipun arusnya secara signifikan bergeser ke arah keluar. Total 19 kapal menyeberangi selat: hanya 5 yang masuk sementara 14 keluar. Di antaranya, 7 berlayar dengan bendera Iran. Kapal masuk termasuk dua kapal minyak dan tiga kapal kargo; kapal keluar terdiri dari dua kapal minyak, satu kapal pengisi bahan bakar, dan 11 kapal kargo lainnya.
Yang muncul dari laporan ini adalah bahwa blokade Amerika sudah mempengaruhi perilaku kapal secara real-time, tetapi belum sepenuhnya menghentikan pelayaran. Strategi-strategi sedang beradaptasi dengan cepat, dari penggunaan bendera palsu hingga navigasi pantai. Semua ini menunjukkan bahwa pengendalian Selat tetap rapuh dan jalur alternatif sudah mulai menjadi kenyataan di pelabuhan Iran dan perairan sekitarnya.