Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini saya memperhatikan fenomena yang cukup menarik, yaitu kekuatan short selling terhadap saham Eropa mencapai rekor tertinggi. Berdasarkan data Breakout Point, selama tiga bulan pertama tahun ini, jumlah pengungkapan posisi short terhadap saham yang terdaftar di Eropa mencapai hampir 12.000 transaksi, yang belum pernah terjadi sejak aturan pengungkapan short di Eropa diperkenalkan pada 2012.
Mengapa bisa begitu? Sebenarnya latar belakangnya cukup kompleks. Krisis energi yang dipicu oleh perang Iran menjadi pendorong utama, harga minyak mentah Brent telah melonjak 50% menjadi sekitar 110 dolar AS per barel, sementara harga acuan gas alam Eropa TTF juga naik lebih dari 50% dalam periode yang sama. Andreas Bruckner, strategist saham Eropa dari Bank of America, secara tegas menyatakan bahwa dalam masa krisis seperti ini, pasar Eropa memang terlihat sebagai target short yang baik. Alasannya sangat sederhana—Eropa sebagai wilayah pengimpor bersih energi jauh lebih rentan dibandingkan Amerika Serikat yang merupakan eksportir bersih energi.
Kenaikan harga energi tidak hanya mendorong inflasi, tetapi juga membebani pertumbuhan ekonomi. Hal ini mendorong hedge fund besar seperti AQR Capital Management dan Two Sigma Investments untuk mempercepat posisi mereka. Data menunjukkan bahwa posisi short yang diungkapkan AQR di saham Eropa meningkat dari 54 transaksi setahun lalu menjadi 128 transaksi, sementara Two Sigma bahkan lebih ekstrem, dari 3 transaksi langsung melonjak menjadi 85 transaksi. Peningkatan kekuatan short selling ini mencerminkan pandangan pesimis investor institusional terhadap prospek pasar Eropa.
Dari segi performa pasar, indeks Stoxx 600 Eropa sejak pecahnya perang telah turun lebih dari 5%, hampir menghapus sebagian besar kenaikan tahun ini. Di tingkat saham individual, situasinya bahkan lebih parah, dengan maskapai penerbangan murah Wizz Air yang terdaftar di London menjadi saham Eropa yang paling banyak dishort, dengan rasio short hampir dua kali lipat menjadi 15%, dan harga sahamnya juga turun lebih dari seperempat. Perusahaan ini mengalami kerugian besar akibat melonjaknya biaya bahan bakar dan gangguan penerbangan. Kompetitornya, easyJet, juga menjadi sasaran short selling.
Yang menarik, short selling tidak hanya menargetkan perusahaan yang sensitif terhadap energi. Citadel baru-baru ini meningkatkan taruhan short terhadap produsen batu bata Inggris, Ibstock, dan DE Shaw juga mengungkapkan posisi short, sehingga total rasio short mereka naik di atas 12%. Emmanuel Cau, kepala strategi saham Eropa di Barclays, menyatakan bahwa pasar Inggris secara jangka panjang memang menjadi target pesimisme investor, dan dampak perang terhadap suku bunga serta harga energi kembali memicu kekhawatiran terhadap prospek konsumen Inggris.
Selain dampak energi, transformasi industri kecerdasan buatan juga mempercepat proses short terhadap beberapa perusahaan. Setelah pengumuman restrukturisasi dan penundaan beberapa game baru, perusahaan pengembang game asal Prancis, Ubisoft, dengan cepat menjadi sasaran short selling besar-besaran di Eropa. Pasar khawatir bahwa perusahaan game tradisional ini akan semakin tertinggal dalam era transformasi AI.
Secara keseluruhan, gelombang short selling terhadap saham Eropa ini mencerminkan kekhawatiran mendalam pasar terhadap prospek ekonomi Eropa—perang, krisis energi, risiko suku bunga, perubahan industri—faktor-faktor ini saling bertumpuk, membuat hedge fund semakin agresif menempatkan posisi short. Tren ini patut dipantau secara berkelanjutan.