Senin pasar minyak mentah kembali menunjukkan gejolak besar. Setelah negosiasi antara AS dan Iran gagal akhir pekan lalu, pihak Trump langsung mengambil langkah memblokir lalu lintas laut Iran, sehingga harga minyak langsung melonjak. Minyak WTI langsung dibuka tinggi sebesar 9,4%, mencapai 104,54 dolar AS per barel, kenaikan yang cukup signifikan.



Di balik kenaikan ini sebenarnya adalah premi risiko dari situasi geopolitik. Setiap kali ada gejolak di Timur Tengah, harga minyak pun ikut berfluktuasi. Menurut saya, kegagalan negosiasi AS-Iran kali ini dan terhambatnya jalur laut langsung meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak.

Yang menarik, dalam situasi seperti ini minyak sering menjadi indikator pasar. Ketegangan geopolitik → kenaikan minyak → biaya energi meningkat → tekanan inflasi → seluruh aspek makro ekonomi pun ikut berubah. Jadi, banyak yang memperhatikan pergerakan minyak, tidak hanya di bidang energi, tetapi juga sebagai referensi dalam menilai pasar secara keseluruhan.

Langkah selanjutnya tergantung pada perkembangan situasi di AS dan Iran. Jika situasi terus memburuk, ruang kenaikan minyak masih terbuka. Sebaliknya, jika ada sinyal meredakan ketegangan, kemungkinan harga akan koreksi. Dalam kondisi seperti ini, mengikuti pergerakan aset terkait energi di Gate sangat penting.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan