Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ketika saya baru mulai memahami tentang kripto, salah satu istilah pertama yang saya temui adalah long dan short. Jujur, awalnya saya pikir ini semacam sihir, tetapi kemudian saya mengerti bahwa ini hanyalah dua cara untuk mendapatkan uang dari pergerakan harga. Mari kita bahas apa sebenarnya yang tersembunyi di balik kata-kata ini.
Fakta menarik — tidak ada yang tahu pasti dari mana asal istilah long dan short. Tetapi salah satu referensi pertama tercatat pada tahun 1852 di majalah The Merchant's Magazine. Logika dari penamaan ini cukup sederhana: long (long — panjang) disebut demikian karena posisi yang diambil saat harga naik biasanya dipegang dalam waktu lama, karena harga jarang melambung secara tajam. Short (short — pendek) — sebaliknya, di sini membutuhkan waktu lebih sedikit, sehingga posisi sering ditutup lebih cepat.
Sekarang ke inti. Apa itu long dalam trading? Ini adalah ketika kamu bertaruh pada kenaikan harga. Kamu membeli aset pada harga saat ini dan menunggu sampai harganya naik. Misalnya, jika token bernilai seratus dolar, dan kamu yakin harganya akan segera menjadi seratus lima puluh, maka kamu cukup membelinya dan menahannya. Ketika harga mencapai level target, kamu menjualnya. Keuntungan adalah selisih antara harga beli dan harga jual. Sederhana dan jelas.
Short adalah kebalikannya. Di sini kamu bertaruh pada penurunan harga. Mekanismenya sedikit lebih rumit: kamu meminjam aset dari bursa, langsung menjualnya pada harga saat ini, lalu menunggu sampai harga turun. Ketika harga turun, kamu membeli jumlah aset yang sama dengan harga lebih murah dan mengembalikannya ke bursa. Selisih harga adalah keuntunganmu. Kedengarannya membingungkan, tetapi dalam praktik semua ini terjadi secara otomatis di terminal perdagangan.
Ambil contoh konkret dengan Bitcoin. Misalnya, kamu yakin Bitcoin akan turun dari enam puluh satu ribu menjadi lima puluh sembilan ribu. Kamu meminjam satu Bitcoin dari bursa dan menjualnya pada harga saat ini. Ketika harga turun ke lima puluh sembilan ribu, kamu membeli satu Bitcoin kembali dan mengembalikannya ke bursa. Dua ribu (dikurangi biaya pinjaman) tersisa di kantongmu.
Dalam komunitas kripto, aku sering mendengar tentang bull dan bear. Ini bukan sekadar nama yang keren, tetapi menunjukkan dua tipe trader. Bull — adalah mereka yang percaya bahwa pasar atau aset tertentu akan naik. Mereka membuka posisi long, yaitu membeli, sehingga meningkatkan permintaan dan harga. Nama ini berasal dari banteng yang mendorong tanduk ke atas. Bear — sebaliknya, menunggu penurunan dan membuka posisi short. Mereka seperti menekan harga ke bawah dengan cakar mereka. Berdasarkan ini muncul istilah pasar bullish (ketika semuanya naik) dan pasar bearish (ketika semuanya turun).
Ada juga hal seperti hedging. Ini adalah cara melindungi diri dari risiko dengan membuka posisi yang berlawanan secara bersamaan. Misalnya, kamu membeli dua Bitcoin dengan harapan harga naik, tetapi tidak yakin 100%. Untuk berjaga-jaga, kamu juga membuka short pada satu Bitcoin. Jika harga naik dari tiga puluh ribu ke empat puluh ribu, kamu akan mendapatkan keuntungan dua puluh ribu dari posisi long, dan kehilangan sepuluh dari short. Totalnya plus sepuluh. Sebaliknya, jika harga turun ke dua puluh lima ribu, kamu akan kehilangan sepuluh ribu dari long, dan mendapatkan lima dari short. Totalnya minus lima. Lihat, kerugian berkurang dua kali lipat? Tetapi potensi keuntungan juga berkurang setengahnya. Ini adalah biaya asuransi.
Pemula sering berpikir bahwa dua posisi berlawanan dengan ukuran yang sama akan sepenuhnya melindungi mereka dari risiko. Tetapi tidak begitu. Keuntungan dari satu transaksi akan sepenuhnya tertutup oleh kerugian dari transaksi lain, ditambah biaya komisi. Akibatnya, strategi ini bisa menjadi merugikan.
Sekarang tentang futures. Ini adalah instrumen derivatif yang memungkinkan mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga tanpa memiliki aset tersebut secara langsung. Futures memungkinkan membuka posisi long dan short, mendapatkan keuntungan dari penurunan harga. Di pasar spot, ini tidak mungkin. Dalam kripto, kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa (tanpa batas waktu, kamu bisa memegang posisi selama yang kamu mau) dan kontrak derivatif (kamu tidak mendapatkan aset secara langsung, melainkan hanya selisih harga). Untuk posisi long digunakan futures buy, untuk short — futures sell. Dan ingat, setiap beberapa jam kamu harus membayar biaya pendanaan — ini adalah selisih antara harga spot dan futures.
Momen penting — likuidasi. Ini adalah saat posisi kamu ditutup secara paksa. Biasanya terjadi saat pergerakan harga tajam, ketika margin (jaminan) tidak cukup. Bursa pertama-tama mengirim margin call — peringatan bahwa kamu harus menambah margin. Jika tidak dilakukan, posisi akan ditutup otomatis. Untuk menghindari likuidasi, kamu perlu memiliki keahlian manajemen risiko dan mampu memantau posisi terbuka.
Mengenai kelebihan dan kekurangan. Long lebih mudah dipahami — hampir seperti membeli aset di pasar spot. Short lebih rumit, logikanya lebih kontra intuitif, dan penurunan harga biasanya terjadi lebih cepat dan kurang dapat diprediksi dibanding kenaikan. Sebagian besar trader menggunakan leverage untuk memaksimalkan hasil. Tetapi ingat, dana pinjaman bukan hanya potensi keuntungan besar, tetapi juga risiko tambahan. Kamu harus terus memantau level margin.
Akhirnya, pilihan antara long dan short tergantung pada prediksimu. Jika kamu pikir harga akan naik — buka posisi long. Jika menunggu penurunan — short. Berdasarkan posisi ini, trader disebut bull atau bear. Untuk membuka posisi ini biasanya menggunakan futures atau derivatif lain yang memungkinkan mendapatkan keuntungan dari spekulasi tanpa memiliki aset dan bahkan dengan leverage. Tetapi yang utama diingat: semakin besar potensi keuntungan, semakin tinggi risikonya. Ini bukan permainan, melainkan alat serius yang membutuhkan pengetahuan dan pengalaman.