Dubai Financial Center sudah dilemahkan, sekarang giliran Pahang yang menerima serangan.


Tidak lama kemudian, Amerika Serikat langsung mengayunkan tongkat investigasi 301 ke Singapura, dengan tuduhan gabungan: apa yang disebut "kerja paksa" dan "kelebihan kapasitas struktural dan produksi berlebih", semuanya adalah topi yang sudah dipasang.
Semua orang tahu niat Amerika—ingin mengendalikan Selat Melaka sekaligus membongkar Singapura, pusat keuangan Asia yang berada di luar kendali mereka sepenuhnya.
Pelabuhan dan yurisdiksi: pertarungan di jalur utama
• Pelabuhan Singapura adalah jalur utama Selat Melaka dan pusat pelayaran global
• Amerika ingin memperluas yurisdiksinya di pelabuhan, keamanan maritim, dan rantai pasokan
• Jika Singapura mengalah
◦ Kedaulatan akan terganggu
◦ Independensi pusat keuangan dan pelayaran akan langsung hilang
◦ Sama saja menyerahkan "Tenggara Timur" kepada kontrol Amerika
Pusat keuangan: benar-benar sedang dikuras
• Dubai jelas melemah, dana dan lembaga banyak berpindah ke Singapura
• Sekarang Amerika justru menekan Singapura:
◦ Menggunakan tekanan regulasi 301
◦ Sambil merapatkan dan menyusup ke Bursa Singapura (seperti kerjasama antara Bursa Singapura dan Nasdaq)
• Logika: agar Singapura tidak menjadi pusat keuangan Asia yang independen dari Amerika
Setelah menikmati banyak keuntungan dari Amerika selama bertahun-tahun, apakah saatnya membalas dengan keuntungan dan pokoknya?
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 1
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
HighAmbition
· 4jam yang lalu
2026 GOGOGO 👊
Balas0
  • Sematkan