Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya telah mengamati bagaimana sikap China terhadap cryptocurrency berkembang, dan jujur saja, penegakannya lebih serius daripada yang kebanyakan orang sadari. Larangan cryptocurrency di China bukan lagi sekadar kebijakan di atas kertas—itu sedang diterapkan secara aktif di seluruh negeri.
Inilah yang sebenarnya terjadi. Pada tahun 2021, bank sentral China secara resmi menyatakan: semua perdagangan crypto menjadi ilegal. Kita berbicara tentang segala hal—membeli dan menjual aset digital, mengoperasikan bursa, bahkan menggunakan platform asing melalui VPN. Setiap lembaga keuangan yang terkait dengan crypto ditutup dari sistem. Tidak ambigu atau parsial. Itu adalah larangan lengkap.
Sekitar waktu yang sama, operasi penambangan juga dihantam sama kerasnya. China membongkar seluruh infrastruktur penambangannya. Alasan dari sudut pandang mereka cukup sederhana: penambangan Bitcoin mengkonsumsi listrik dalam jumlah besar, menimbulkan kekhawatiran lingkungan, dan yang paling penting, itu adalah aliran modal keluar dari kendali mereka. Wilayah penambangan seperti Inner Mongolia dan Sichuan yang dulu mendominasi hash rate global pada dasarnya kosong. Para penambang mengemasi barang dan pindah ke AS, Kazakhstan, dan negara lain yang menyambut mereka.
Mengapa China sampai sejauh ini? Tiga faktor utama: Pertama, konsumsi energi itu nyata—penambangan membebani jaringan listrik selama krisis energi mereka sendiri. Kedua, crypto mewakili celah dalam pengendalian modal mereka, yang tidak bisa mereka toleransi. Ketiga, mereka mendorong mata uang digital mereka sendiri, e-CNY, dan melihat cryptocurrency swasta sebagai kompetisi langsung.
Sekarang di tahun 2026, situasinya belum melunak. Beberapa orang masih mencoba mengakses crypto melalui VPN, tetapi China terus memperketat pengawasan. Mereka membongkar platform, influencer, siapa saja yang secara terbuka mempromosikan atau memfasilitasi aktivitas crypto. Infrastruktur penegakan hukum semakin canggih.
Jadi, ke mana kita sekarang? Larangan cryptocurrency China nyata dan tetap berlaku. Apakah ini akan berlanjut selamanya adalah pertanyaan lain—keuangan global bergerak cepat—tapi untuk saat ini, pintu benar-benar tertutup. Ini adalah pengingat keras tentang bagaimana negara-negara bisa mendekati ruang ini dengan cara yang sangat berbeda.