USDJPY Mencari Keseimbangan di Sekitar 159: Kesenjangan antara The Fed dan BOJ
Pasangan USDJPY bergerak sideways di sekitar 158,98. Setelah turun ke 158,35 pada siang hari, pasangan ini pulih dengan tekanan beli dan kembali mendekati area 159,04-159,15. Pergerakan ini menunjukkan ketahanan dolar terhadap yen pada hari ketika dolar secara umum melemah.
Rata-rata pergerakan 200 hari di 158,31 bertindak sebagai batas bawah, sementara rata-rata pergerakan 100 jam dan 200 jam bertindak sebagai batas atas. Penurunan di bawah 158,31 dapat menargetkan 157,97 dan 157,25, sementara pergerakan di atas 159,15 dapat membuka peluang ke level 159,60 dan kisaran 159,98-160,00.
Indikator SRL(5,5) berada di 163,98, sementara harga saat ini di 158,98 diperdagangkan di bawah area tersebut. Ini menunjukkan bahwa pasangan ini diperdagangkan di bawah rata-rata jangka panjangnya dan tren utama masih menurun.
Level USDJPY saat ini mencerminkan perbedaan kebijakan antara kedua bank sentral. Kenaikan imbal hasil Treasury AS bertenor 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007 merupakan faktor utama yang mendukung dolar. Sebaliknya, meskipun imbal hasil Treasury Jepang bertenor 10 tahun telah mencapai 2,93%, level tertingginya sejak September 1996, keengganan BOJ untuk menaikkan suku bunga dan lemahnya data ekonomi (PDB di bawah ekspektasi, konsumsi stagnan, investasi perusahaan menurun) menciptakan tekanan baru.
Kenaikan harga minyak (Brent di kisaran 89 dolar AS) juga mendukung permintaan dolar karena meningkatnya kekhawatiran inflasi. Tidak adanya solusi diplomatik dalam hubungan AS-Iran memberikan tekanan naik pada harga energi.
Pasar memperdebatkan apakah The Fed akan mengejutkan dengan kenaikan suku bunga pada pertemuan Jackson Hole pekan depan. Probabilitas kenaikan suku bunga pada September telah diperhitungkan pasar sekitar sepertiga. Di pihak BOJ, beban pembayaran utang sebesar 31,3 triliun yen dan asumsi suku bunga 3% membatasi ruang gerak BOJ.
Bagi pengguna Gate: Tren USDJPY ini dapat berfungsi sebagai sistem peringatan dini bagi pasar kripto, terutama terkait posisi carry trade dan selera risiko. Pelemahan yen menunjukkan bahwa investor Jepang terus beralih ke aset luar negeri, sementara dolar yang kuat dapat memberikan tekanan pada aset berisiko. Pertemuan Jackson Hole dan data CPI AS akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pasangan ini dalam periode mendatang.
$USDJPY
DYOR 🔎 NFA ✔️
#GateStockInsightsChallenge
Pasangan USDJPY bergerak sideways di sekitar 158,98. Setelah turun ke 158,35 pada siang hari, pasangan ini pulih dengan tekanan beli dan kembali mendekati area 159,04-159,15. Pergerakan ini menunjukkan ketahanan dolar terhadap yen pada hari ketika dolar secara umum melemah.
Rata-rata pergerakan 200 hari di 158,31 bertindak sebagai batas bawah, sementara rata-rata pergerakan 100 jam dan 200 jam bertindak sebagai batas atas. Penurunan di bawah 158,31 dapat menargetkan 157,97 dan 157,25, sementara pergerakan di atas 159,15 dapat membuka peluang ke level 159,60 dan kisaran 159,98-160,00.
Indikator SRL(5,5) berada di 163,98, sementara harga saat ini di 158,98 diperdagangkan di bawah area tersebut. Ini menunjukkan bahwa pasangan ini diperdagangkan di bawah rata-rata jangka panjangnya dan tren utama masih menurun.
Level USDJPY saat ini mencerminkan perbedaan kebijakan antara kedua bank sentral. Kenaikan imbal hasil Treasury AS bertenor 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007 merupakan faktor utama yang mendukung dolar. Sebaliknya, meskipun imbal hasil Treasury Jepang bertenor 10 tahun telah mencapai 2,93%, level tertingginya sejak September 1996, keengganan BOJ untuk menaikkan suku bunga dan lemahnya data ekonomi (PDB di bawah ekspektasi, konsumsi stagnan, investasi perusahaan menurun) menciptakan tekanan baru.
Kenaikan harga minyak (Brent di kisaran 89 dolar AS) juga mendukung permintaan dolar karena meningkatnya kekhawatiran inflasi. Tidak adanya solusi diplomatik dalam hubungan AS-Iran memberikan tekanan naik pada harga energi.
Pasar memperdebatkan apakah The Fed akan mengejutkan dengan kenaikan suku bunga pada pertemuan Jackson Hole pekan depan. Probabilitas kenaikan suku bunga pada September telah diperhitungkan pasar sekitar sepertiga. Di pihak BOJ, beban pembayaran utang sebesar 31,3 triliun yen dan asumsi suku bunga 3% membatasi ruang gerak BOJ.
Bagi pengguna Gate: Tren USDJPY ini dapat berfungsi sebagai sistem peringatan dini bagi pasar kripto, terutama terkait posisi carry trade dan selera risiko. Pelemahan yen menunjukkan bahwa investor Jepang terus beralih ke aset luar negeri, sementara dolar yang kuat dapat memberikan tekanan pada aset berisiko. Pertemuan Jackson Hole dan data CPI AS akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pasangan ini dalam periode mendatang.
$USDJPY
DYOR 🔎 NFA ✔️
#GateStockInsightsChallenge







