$BTC
#StrategyInitiatesSTRCBuyback
Strategy Inc., pemegang cadangan Bitcoin perusahaan terbesar di dunia, telah meluncurkan program pertama dalam Digital Credit Securities Repurchase Program untuk melakukan pembelian kembali, menandakan upaya strategis guna memperkuat struktur ekuitas preferennya. Pada 27 Juli 2026, perusahaan mengonfirmasi bahwa pihaknya membeli kembali 288.930 saham Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock (STRC) miliknya dengan nilai sekitar $25,0 juta, dengan membayar rata-rata $86,52 per saham. Pembelian ini diselesaikan melalui transaksi pasar terbuka antara 20 Juli dan 26 Juli 2026.
TUJUAN DI BALIK LANGKAH INI
Pembelian kembali STRC menjadi bagian dari Strategy's Digital Credit Capital Framework, yang diperkenalkan pada 29 Juni 2026. Kerangka kerja ini dibuat untuk memperkuat sekuritas preferen perusahaan, meningkatkan likuiditas, mempertahankan eksposur Bitcoin jangka panjang, serta mendukung nilai bagi pemegang saham. Kerangka kerja tersebut terdiri dari lima elemen utama: kebijakan USD Reserve, kebijakan dividen STRC, otorisasi pembelian kembali Digital Credit Securities, otorisasi pembelian kembali Class A common stock (MSTR), dan program monetisasi BTC.
MENGAPA STRC MENJADI SASARAN
STRC telah diperdagangkan secara signifikan di bawah nilai nominal $100-nya, mencapai titik terendah baru mendekati $75 pada akhir Juni. Dengan membeli kembali saham pada harga rata-rata $86,52, Strategy sedang pensiun ekuitas preferen di bawah nilai nominal sekaligus mengurangi kewajiban dividen di masa depan. Untuk meningkatkan minat investor, perusahaan juga menaikkan tingkat dividen STRC dari 11,5% menjadi 12% untuk semua tanggal pencatatan mulai 1 Juli 2026, mendorong harga pasar bergerak lebih dekat ke nilai nominal.
BITCOIN TETAP MENJADI DASAR
Meski fokus pada sekuritas preferennya, Strategy terus memegang salah satu posisi Bitcoin terbesar di dunia. Perusahaan memiliki 843.775 BTC yang diperoleh dengan biaya rata-rata $75.476 per Bitcoin, senilai total akuisisi sekitar $63,69 miliar. Dengan Bitcoin diperdagangkan di dekat $65.000, Strategy melaporkan kerugian aset digital yang belum direalisasi sekitar $8,32 miliar selama kuartal kedua, namun manajemen tetap memandang Bitcoin sebagai aset cadangan treasury jangka panjangnya.
PERGERAKAN MODAL SELAMA PEKAN INI
Seiring dengan pembelian kembali STRC, Strategy menjual 5.429.160 saham Class A common stock (MSTR) melalui program at-the-market-nya, menghasilkan sekitar $544,5 juta dalam net proceeds. Perusahaan juga memperluas pembelian kembali saham biasa menjadi 6,1 juta saham, dibandingkan 5,5 juta pada pekan sebelumnya. Sementara itu, USD Reserve miliknya meningkat dari $3,225 miliar menjadi $3,75 miliar per 26 Juli. Manajemen mengonfirmasi bahwa dana cadangan ini tidak digunakan untuk membiayai program pembelian kembali STRC.
FLEKSIBILITAS KEUANGAN
Setelah pembelian kembali awal, sekitar $975 juta masih tersedia di bawah Digital Credit Securities Repurchase Program. Strategy juga menjadwalkan webinar earnings Q2 2026-nya pada 30 Juli, di mana investor diharapkan menerima pembaruan tambahan mengenai alokasi modal, strategi treasury, dan sekuritas preferen.
SENTIMEN INVESTOR
Laporan mengindikasikan bahwa beberapa investor distressed-debt telah menelusuri opsi untuk menukar kepemilikan STRC dengan sekuritas alternatif, yang mencerminkan kekhawatiran yang berkelanjutan tentang struktur modal preferen. Meskipun demikian, kombinasi Strategy berupa buyback dengan diskon, pembayaran dividen lebih tinggi, dan cadangan kas yang terus diperluas menunjukkan upaya yang jelas untuk memperkuat kepercayaan terhadap ekuitas preferennya sambil tetap menjaga fleksibilitas keuangan jangka panjang.
KESIMPULAN AKHIR
Keputusan alokasi modal terbaru Strategy menunjukkan pendekatan yang lebih defensif selama periode 20–26 Juli. Alih-alih menambah Bitcoin, perusahaan memprioritaskan penguatan neraca melalui repurchases STRC, peningkatan cadangan kas, dan mendukung pemegang saham preferen. Meski ada tekanan pasar jangka pendek, manajemen tetap mempertahankan keyakinan jangka panjang pada Bitcoin sambil meningkatkan stabilitas struktur modal yang lebih luas.
@Gate_Square
#StrategyInitiatesSTRCBuyback
Strategy Inc., pemegang cadangan Bitcoin perusahaan terbesar di dunia, telah meluncurkan program pertama dalam Digital Credit Securities Repurchase Program untuk melakukan pembelian kembali, menandakan upaya strategis guna memperkuat struktur ekuitas preferennya. Pada 27 Juli 2026, perusahaan mengonfirmasi bahwa pihaknya membeli kembali 288.930 saham Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock (STRC) miliknya dengan nilai sekitar $25,0 juta, dengan membayar rata-rata $86,52 per saham. Pembelian ini diselesaikan melalui transaksi pasar terbuka antara 20 Juli dan 26 Juli 2026.
TUJUAN DI BALIK LANGKAH INI
Pembelian kembali STRC menjadi bagian dari Strategy's Digital Credit Capital Framework, yang diperkenalkan pada 29 Juni 2026. Kerangka kerja ini dibuat untuk memperkuat sekuritas preferen perusahaan, meningkatkan likuiditas, mempertahankan eksposur Bitcoin jangka panjang, serta mendukung nilai bagi pemegang saham. Kerangka kerja tersebut terdiri dari lima elemen utama: kebijakan USD Reserve, kebijakan dividen STRC, otorisasi pembelian kembali Digital Credit Securities, otorisasi pembelian kembali Class A common stock (MSTR), dan program monetisasi BTC.
MENGAPA STRC MENJADI SASARAN
STRC telah diperdagangkan secara signifikan di bawah nilai nominal $100-nya, mencapai titik terendah baru mendekati $75 pada akhir Juni. Dengan membeli kembali saham pada harga rata-rata $86,52, Strategy sedang pensiun ekuitas preferen di bawah nilai nominal sekaligus mengurangi kewajiban dividen di masa depan. Untuk meningkatkan minat investor, perusahaan juga menaikkan tingkat dividen STRC dari 11,5% menjadi 12% untuk semua tanggal pencatatan mulai 1 Juli 2026, mendorong harga pasar bergerak lebih dekat ke nilai nominal.
BITCOIN TETAP MENJADI DASAR
Meski fokus pada sekuritas preferennya, Strategy terus memegang salah satu posisi Bitcoin terbesar di dunia. Perusahaan memiliki 843.775 BTC yang diperoleh dengan biaya rata-rata $75.476 per Bitcoin, senilai total akuisisi sekitar $63,69 miliar. Dengan Bitcoin diperdagangkan di dekat $65.000, Strategy melaporkan kerugian aset digital yang belum direalisasi sekitar $8,32 miliar selama kuartal kedua, namun manajemen tetap memandang Bitcoin sebagai aset cadangan treasury jangka panjangnya.
PERGERAKAN MODAL SELAMA PEKAN INI
Seiring dengan pembelian kembali STRC, Strategy menjual 5.429.160 saham Class A common stock (MSTR) melalui program at-the-market-nya, menghasilkan sekitar $544,5 juta dalam net proceeds. Perusahaan juga memperluas pembelian kembali saham biasa menjadi 6,1 juta saham, dibandingkan 5,5 juta pada pekan sebelumnya. Sementara itu, USD Reserve miliknya meningkat dari $3,225 miliar menjadi $3,75 miliar per 26 Juli. Manajemen mengonfirmasi bahwa dana cadangan ini tidak digunakan untuk membiayai program pembelian kembali STRC.
FLEKSIBILITAS KEUANGAN
Setelah pembelian kembali awal, sekitar $975 juta masih tersedia di bawah Digital Credit Securities Repurchase Program. Strategy juga menjadwalkan webinar earnings Q2 2026-nya pada 30 Juli, di mana investor diharapkan menerima pembaruan tambahan mengenai alokasi modal, strategi treasury, dan sekuritas preferen.
SENTIMEN INVESTOR
Laporan mengindikasikan bahwa beberapa investor distressed-debt telah menelusuri opsi untuk menukar kepemilikan STRC dengan sekuritas alternatif, yang mencerminkan kekhawatiran yang berkelanjutan tentang struktur modal preferen. Meskipun demikian, kombinasi Strategy berupa buyback dengan diskon, pembayaran dividen lebih tinggi, dan cadangan kas yang terus diperluas menunjukkan upaya yang jelas untuk memperkuat kepercayaan terhadap ekuitas preferennya sambil tetap menjaga fleksibilitas keuangan jangka panjang.
KESIMPULAN AKHIR
Keputusan alokasi modal terbaru Strategy menunjukkan pendekatan yang lebih defensif selama periode 20–26 Juli. Alih-alih menambah Bitcoin, perusahaan memprioritaskan penguatan neraca melalui repurchases STRC, peningkatan cadangan kas, dan mendukung pemegang saham preferen. Meski ada tekanan pasar jangka pendek, manajemen tetap mempertahankan keyakinan jangka panjang pada Bitcoin sambil meningkatkan stabilitas struktur modal yang lebih luas.
@Gate_Square


























