Mengapa banyak orang selalu pesimis? Karena mereka menganggap khayalan sebagai kenyataan, merasa sebagai fakta, masalah sebagai akhir, dan jarak sebagai segalanya. Harapan yang gagal, lalu kecewa; emosi muncul, lalu percaya; kesulitan muncul, lalu mengeluh; melihat orang lain memiliki, lalu mengabaikan apa yang dimiliki sendiri. Dan optimisme bukanlah penghiburan diri, tetapi sebuah kebiasaan kognitif: mengetahui bahwa masa depan tidak selalu sesuai keinginan, jadi menerima perubahan; mengetahui bahwa emosi tidak sama dengan kebenaran, jadi kembali ke fakta; mengetahui bahwa masalah tidak akan hilang sendiri, jadi mulai bertindak; mengetahui bahwa selalu ada orang yang lebih baik dari diri sendiri, jadi menghargai apa yang sudah dimiliki. Esensi dari optimisme bukanlah percaya bahwa semuanya akan menjadi lebih baik, tetapi percaya bahwa apapun kenyataannya, diri sendiri tetap bisa terus bertindak.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar