Mengapa dikatakan, jangan menjadikan posisi politik sebagai satu-satunya standar dalam hubungan antar manusia? Karena ketika sebuah masyarakat mulai terbiasa dengan "melihat posisi terlebih dahulu, kemudian orangnya," hubungan antar manusia secara perlahan akan beralih dari pemahaman menjadi identifikasi kubu. Posisi politik tentu bisa dijadikan sebagai salah satu filter. Karena di balik itu, memang mencerminkan pemahaman seseorang tentang ketertiban, keadilan, kekuasaan, kebebasan, dan juga mempengaruhi apakah mereka bisa bergaul dalam jangka panjang. Dalam kenyataan, orang dengan perbedaan nilai yang terlalu besar sering kali sulit benar-benar menjalin kedekatan.


Tapi masalahnya, banyak orang kemudian akan menganggap "penyaringan berdasarkan posisi" sebagai sesuatu yang lebih tinggi lagi, menjadi "penghakiman terhadap kepribadian." Seolah-olah selama posisi berbeda, orang tersebut pasti bodoh, dingin, jahat, dan tidak layak untuk didekati. Maka, manusia tidak lagi dianggap sebagai individu yang kompleks, melainkan dikompresi menjadi sebuah label politik.
Namun dalam kenyataan, ada orang dengan pandangan radikal tetapi bersikap tulus; juga ada yang mengusung slogan yang benar tetapi sangat dingin terhadap orang di sekitarnya. Posisi politik bisa menjelaskan sebagian pandangan dunia seseorang, tetapi tidak pernah bisa menjelaskan seluruh kemanusiaannya.
Orang yang benar-benar dewasa akan mengakui adanya perbedaan posisi, dan menggunakannya untuk menilai apakah mereka cocok untuk bergaul; tetapi tidak akan kehilangan kemampuan memahami orang lain secara menyeluruh.
Karena begitu semua hubungan diambil alih oleh ideologi, yang tersisa di antara manusia bukan lagi komunikasi, melainkan identifikasi musuh dan kawan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar