#Strategy首次回购STRC Strategy(dulu MicroStrategy)pertama kali menjalankan program buyback saham preferen STRC yang diprioritaskan, selama 20–26 Juli membeli kembali 288.900 saham dengan harga rata-rata 86,52 dolar AS, menghabiskan sekitar 25 juta dolar AS. Perusahaan sekaligus menegaskan: selama STRC berada di bawah nilai nominal 100 dolar AS, pihaknya akan terus menjadi “pembeli yang berdisiplin” — diskon yang lebih dalam akan dibeli lebih banyak, sementara yang semakin mendekati nilai nominal akan dibeli lebih sedikit.
Ini merupakan minggu kelima berturut-turut Strategy tidak menambah kepemilikan Bitcoin, dengan jumlah kepemilikan tetap di 843.775 BTC. Pada saat yang sama, perusahaan menyiapkan penjualan saham biasa bersih senilai 544,5 juta dolar AS melalui program ATM, sehingga cadangan dolar AS mencapai rekor 375 juta dolar AS, cukup untuk menutup sekitar 25 bulan biaya pembayaran dividen saham preferen.
Buyback kali ini menyampaikan beberapa sinyal: menopang harga — menyuntikkan semangat ke STRC yang jatuh di bawah nilai nominal; menghemat dividen — membeli kembali dengan diskon setara dengan “memotong” kewajiban dividen di masa depan; melepas kepercayaan — manajemen menganggap sekuritasnya undervalued. CEO Phong Le menegaskan bahwa buyback di bawah 100 dolar AS adalah “alokasi modal yang menarik”.
Sinyal risiko yang paling patut diperhatikan adalah: perusahaan menyatakan dana buyback di masa depan mungkin berasal dari penjualan Bitcoin. Ini mematahkan aturan “hanya beli, tidak jual” yang selama ini menjadi pegangan — jika benar-benar terjadi pencairan, berpotensi mengguncang sentimen pasar Bitcoin.
Secara keseluruhan, Strategy sedang beralih dari “pembelian tunggal” menuju pengelolaan modal yang lebih matang — ini sekaligus merupakan risiko, namun juga bisa menjadi jalur yang diperlukan agar pertumbuhan jangka panjang dapat berkelanjutan.
Ini merupakan minggu kelima berturut-turut Strategy tidak menambah kepemilikan Bitcoin, dengan jumlah kepemilikan tetap di 843.775 BTC. Pada saat yang sama, perusahaan menyiapkan penjualan saham biasa bersih senilai 544,5 juta dolar AS melalui program ATM, sehingga cadangan dolar AS mencapai rekor 375 juta dolar AS, cukup untuk menutup sekitar 25 bulan biaya pembayaran dividen saham preferen.
Buyback kali ini menyampaikan beberapa sinyal: menopang harga — menyuntikkan semangat ke STRC yang jatuh di bawah nilai nominal; menghemat dividen — membeli kembali dengan diskon setara dengan “memotong” kewajiban dividen di masa depan; melepas kepercayaan — manajemen menganggap sekuritasnya undervalued. CEO Phong Le menegaskan bahwa buyback di bawah 100 dolar AS adalah “alokasi modal yang menarik”.
Sinyal risiko yang paling patut diperhatikan adalah: perusahaan menyatakan dana buyback di masa depan mungkin berasal dari penjualan Bitcoin. Ini mematahkan aturan “hanya beli, tidak jual” yang selama ini menjadi pegangan — jika benar-benar terjadi pencairan, berpotensi mengguncang sentimen pasar Bitcoin.
Secara keseluruhan, Strategy sedang beralih dari “pembelian tunggal” menuju pengelolaan modal yang lebih matang — ini sekaligus merupakan risiko, namun juga bisa menjadi jalur yang diperlukan agar pertumbuhan jangka panjang dapat berkelanjutan.
































