Pengacara: Peraturan baru pengakuan bersalah dan hukuman pada tahun 2026 membentuk kembali tata kelola kasus pidana di dunia kripto
Penulis: Liu Yang, Pembela Hukum di Dunia Kripto
Tautan asli:
Pernyataan: Artikel ini adalah konten yang diambil ulang, pembaca dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui tautan asli. Jika penulis memiliki keberatan terhadap bentuk pengutipan ulang ini, silakan hubungi kami, dan kami akan melakukan modifikasi sesuai permintaan penulis. Pengutipan ulang ini hanya untuk berbagi informasi, tidak merupakan saran investasi apa pun, dan tidak mewakili pandangan dan posisi Wu.
Seiring dengan penerapan peraturan baru yang merinci sistem pengakuan bersalah dan pengampunan yang lebih longgar pada tahun 2026, ditambah dengan pengetatan total dari kerangka pengawasan keuangan ilegal terkait mata uang virtual oleh delapan departemen Bank Sentral melalui "Pemberitahuan tentang Pencegahan dan Penanganan Risiko terkait Mata Uang Virtual dan sejenisnya" (Yinfa [2026] No. 42), ini adalah perubahan yang benar-benar dirasakan penulis dalam pembelaan pidana. Kasus pidana terkait mata uang virtual memasuki tahap hukum yang baru dengan penetapan yang lebih ketat, pengurangan hukuman secara bertingkat, pengembalian dana yang disita sebelum proses, serta penegakan hukum yang lebih tegas. Peraturan baru ini memperbaiki dari lima dimensi utama: pemeriksaan sukarela pengakuan bersalah, tingkat pengampunan yang berbeda-beda, pengembalian dana yang disita terkait pengakuan bersalah, hukuman berbeda untuk pelaku utama dan pembantu, serta mekanisme hukuman bagi yang menyesal.