$BTC Riset baru dari Cleveland Fed menunjukkan bahwa kenaikan harga Bitcoin tidak hanya menarik investor yang sudah ada, tetapi juga pembeli cryptocurrency untuk pertama kalinya ke pasar. Studi berjudul "Do You Even Crypto, Bro? Cryptocurrencies in Household Finance" ini didasarkan pada data survei ekstensif yang mencakup hingga 25.000 rumah tangga di AS.
Hasil Eksperimen
Peneliti secara acak membagi peserta ke dalam beberapa kelompok dan memberikan mereka informasi tentang kinerja Bitcoin selama 12 bulan terakhir. Hasilnya mencengangkan: Peserta yang melihat imbal hasil sebelumnya menunjukkan porsi portofolio yang bersedia mereka alokasikan ke crypto sekitar 47% lebih tinggi daripada target kelompok kontrol sebesar 4,3%. Yang lebih penting, niat ini diterjemahkan menjadi tindakan: Kemungkinan untuk benar-benar membeli crypto meningkat sekitar 2,5 poin persentase pada kelompok yang menerima informasi, atau melonjak sekitar 23% dibandingkan tingkat kepemilikan sebelumnya.
Kesenjangan dalam Psikologi Investor
Studi ini dengan jelas mengungkapkan kesenjangan ekspektasi antara pemilik dan non-pemilik crypto. Pemilik crypto memperkirakan imbal hasil rata-rata sebesar 22% untuk tahun mendatang, sementara non-pemilik memperkirakan tingkat ini hanya sebesar 7%. Pemilik juga memandang crypto sebagai aset yang lebih rendah risikonya. Ekspektasi ini menjelaskan kepemilikan crypto lebih kuat daripada karakteristik demografis seperti usia atau pendapatan.
Siklus yang Saling Memperkuat
Peneliti mencatat bahwa mekanisme ini dapat membantu menjelaskan naik turunnya pasar crypto: Kenaikan harga menarik investor baru, pendatang baru mendorong harga semakin tinggi, dan siklus tersebut terus berlanjut. Hal ini menunjukkan bahwa pasar dibentuk bukan hanya oleh nilai fundamental, tetapi juga oleh ekspektasi investor yang saling memengaruhi.
Postingan ini bukan nasihat investasi dan hanya untuk tujuan informasi mengenai kondisi pasar.
#BTCSurges20%in3Days #GateStockInsightsChallenge
Hasil Eksperimen
Peneliti secara acak membagi peserta ke dalam beberapa kelompok dan memberikan mereka informasi tentang kinerja Bitcoin selama 12 bulan terakhir. Hasilnya mencengangkan: Peserta yang melihat imbal hasil sebelumnya menunjukkan porsi portofolio yang bersedia mereka alokasikan ke crypto sekitar 47% lebih tinggi daripada target kelompok kontrol sebesar 4,3%. Yang lebih penting, niat ini diterjemahkan menjadi tindakan: Kemungkinan untuk benar-benar membeli crypto meningkat sekitar 2,5 poin persentase pada kelompok yang menerima informasi, atau melonjak sekitar 23% dibandingkan tingkat kepemilikan sebelumnya.
Kesenjangan dalam Psikologi Investor
Studi ini dengan jelas mengungkapkan kesenjangan ekspektasi antara pemilik dan non-pemilik crypto. Pemilik crypto memperkirakan imbal hasil rata-rata sebesar 22% untuk tahun mendatang, sementara non-pemilik memperkirakan tingkat ini hanya sebesar 7%. Pemilik juga memandang crypto sebagai aset yang lebih rendah risikonya. Ekspektasi ini menjelaskan kepemilikan crypto lebih kuat daripada karakteristik demografis seperti usia atau pendapatan.
Siklus yang Saling Memperkuat
Peneliti mencatat bahwa mekanisme ini dapat membantu menjelaskan naik turunnya pasar crypto: Kenaikan harga menarik investor baru, pendatang baru mendorong harga semakin tinggi, dan siklus tersebut terus berlanjut. Hal ini menunjukkan bahwa pasar dibentuk bukan hanya oleh nilai fundamental, tetapi juga oleh ekspektasi investor yang saling memengaruhi.
Postingan ini bukan nasihat investasi dan hanya untuk tujuan informasi mengenai kondisi pasar.
#BTCSurges20%in3Days #GateStockInsightsChallenge








