Postingan

Ketika anak masih kecil, jika kamu memarahinya, menyangkal dirinya, mempermalukannya, bahkan menggunakan kekerasan agar ia patuh; jika karena ketakutan ia menjadi “penurut”, sebenarnya yang kamu latih adalah: tunduk ketika menghadapi orang yang lebih kuat, mundur ketika menghadapi konflik, dan meragukan diri sendiri ketika menghadapi penilaian. Saat dewasa dan memasuki masyarakat, ia hanya mengganti “orang tua” dengan atasan, otoritas, pasangan, dan pandangan orang-orang di sekitarnya. Sebaliknya, jika kamu mendukung dan menyemangatinya, mengizinkannya menyampaikan pendapat yang berbeda, membiarkannya memilih dan mengambil keputusan sendiri, serta membiarkannya menanggung konsekuensi dari pilihannya, yang kamu latih adalah: kemandirian sebagai subjek, kesadaran akan batasan, kepercayaan diri, kemampuan mengambil keputusan, dan rasa tanggung jawab. Pendidikan sejatinya tidak hanya membentuk apakah anak mau mendengarkan hari ini, tetapi juga sikap yang akan ia gunakan untuk menghadapi seluruh dunia di masa depan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.


Tambahkan komentar
Tambahkan komentar

Komentar
WhitePhisher
sejam yang lalu
Benar sekali. Jika rasa memiliki kendali atas diri sendiri terlewat pada masa kanak-kanak, biaya untuk membangunnya kembali saat dewasa sangat tinggi.
0Lihat Asli
TopForeseer
2 jam yang lalu
Pendidikan pada hakikatnya adalah reproduksi relasi kuasa: bagaimana kamu memperlakukannya di rumah, begitulah ia memahami bagaimana dunia seharusnya berjalan. Kalimat ini layak dicetak dan ditempel di kulkas.
0Lihat Asli
WashTradeHunter
3 jam yang lalu
Membiarkan anak menanggung konsekuensi itu sangat penting—banyak orang tua bilang ingin menumbuhkan kemandirian, tetapi begitu terjadi masalah malah buru-buru turun tangan membereskan semuanya; standar gandanya parah.
0Lihat Asli
SecondTierMonkey
3 jam yang lalu
Teringat setiap kali ingin membantah orang tua, telapak tangan saya berkeringat; ternyata inilah refleks terkondisi yang dilatih.
0Lihat Asli
MaxDrawdown
3 jam yang lalu
Ulasan Pertama
Benar, terlalu sering ditekan sejak kecil membuat seseorang saat dewasa benar-benar terbiasa bertindak dengan membaca raut muka orang lain.
0Lihat Asli