Postingan

Seseorang benar-benar kehilangan hak untuk memilih, sering kali bukan karena terlalu sedikit jalan, melainkan karena hanya mengizinkan dirinya menempuh satu di antaranya.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.


Tambahkan komentar
Tambahkan komentar

Komentar
StackinSatoshis
31 menit yang lalu
Memang, akar dari ketakutan dalam memilih sering kali adalah perfeksionisme—takut salah pilih, sehingga berpura-pura hanya ada satu jalan.
0Lihat Asli
OptionReaper
sejam yang lalu
Terlalu nyata, batasan yang kita tetapkan sendiri lebih menakutkan daripada batasan lingkungan.
0Lihat Asli
GridFarmer
2 jam yang lalu
Terkadang bukan tidak ada jalan, melainkan kata 'seharusnya' di kepala kita yang menghapus semua pilihan lain.
0Lihat Asli
ActuaryOnChain
3 jam yang lalu
Ucapan ini sangat tepat. Banyak orang berteriak, “tidak punya pilihan,” padahal sebenarnya “tidak berani memilih” atau “malas memilih”; terlalu lama berada di zona nyaman membuat mereka bahkan lupa bagaimana caranya berjuang.
0Lihat Asli
RugHunter
3 jam yang lalu
Ulasan Pertama
Mengingat pengalaman dulu saat resign tanpa pekerjaan baru, semua orang di sekitar bilang “situasi pasar kerja sedang buruk”, tetapi setelah benar-benar melangkah, barulah kusadari bahwa jalan itu ditempuh, bukan sekadar dipikirkan.
0Lihat Asli