Postingan

#WeeklyShare


CPI AS bulan Agustus meningkat 0,4% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan, sesuai ekspektasi pada kedua ukuran tersebut. Sekilas, itu tampak seperti laporan inflasi yang terkendali. Namun, angka yang lebih penting bagi kebijakan moneter adalah CPI inti, yang tidak memasukkan makanan dan energi: angkanya naik 0,3% secara bulanan dan 2,4% secara tahunan. Tingkat inti tahunan mendingin dari 2,5% pada Juli, tetapi kenaikan bulanan lebih tinggi dari ekspektasi ekonom sebesar 0,2% dan menjadi kenaikan inti bulanan terkuat sejak April.

Perbedaan ini penting karena CPI utama menunjukkan apa yang dibayar konsumen di seluruh keranjang barang, sedangkan CPI inti menghapus komponen makanan dan energi yang lebih volatil untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada pembuat kebijakan mengenai tekanan harga yang mendasarinya. Sasaran inflasi jangka panjang Federal Reserve tetap 2%, sehingga meskipun inflasi inti berada di 2,4%, kenaikan harga masih berjalan di atas target. Oleh karena itu, pertanyaan utamanya bukan sekadar apakah inflasi menurun, melainkan apakah penurunannya cukup cepat agar The Fed dapat melonggarkan kebijakan dengan nyaman.

Kemudian muncul pendorong tersembunyi: energi.

Harga bensin melonjak 3,9% pada Agustus, setelah menurun selama dua bulan sebelumnya, dan kenaikan tersebut menyumbang lebih dari sepertiga kenaikan CPI bulanan. Bahan bakar kendaraan lainnya, termasuk diesel, melonjak lebih tajam lagi. Tekanan energi sangat penting saat ini karena minyak mentah bergerak di atas $100 per barel, menciptakan risiko bahwa kenaikan biaya transportasi dan energi pada akhirnya dapat merambat ke harga-harga secara lebih luas.

Hal itu menciptakan dua interpretasi berbeda atas laporan CPI. Interpretasi bullish adalah bahwa sebagian percepatan CPI utama berasal dari energi, sementara inflasi inti tetap jauh lebih rendah di 2,4% secara tahunan dan di bawah tingkat tahunan Juli. Jika guncangan energi mereda, inflasi utama dapat stabil tanpa menciptakan spiral inflasi yang persisten. Interpretasi bearish adalah bahwa angka inti bulanan itu sendiri tetap kuat, yang berarti The Fed tidak bisa begitu saja mengabaikan laporan tersebut sebagai kejadian satu kali yang didorong minyak.

Reaksi The Fed adalah titik perubahan cerita pasar.

Sebelum rilis CPI, investor memperdebatkan apakah The Fed akan mempertahankan atau mengubah sikap kebijakannya. Setelah data dirilis, pasar bergerak jauh lebih tegas menuju kenaikan suku bunga pada September. Kontrak berjangka dana Fed sempat memperkirakan probabilitas kenaikan 25 basis poin setinggi 91%, sebelum menetap di sekitar 87%; snapshot pasar lainnya menempatkan probabilitas itu di sekitar 82%. Poin pentingnya adalah arah pergerakan: ekspektasi kenaikan meningkat tajam setelah laporan inflasi tersebut.

Artinya, pertanyaan awal “Apakah The Fed masih berada di jalur untuk memangkas suku bunga?” secara efektif telah berubah. Perdebatan pasar saat ini adalah apakah The Fed akan menaikkan suku bunga lalu berhenti sejenak, atau apakah inflasi yang persisten dan tekanan energi dapat memerlukan pengetatan tambahan pada akhir tahun. Laporan Reuters menunjukkan bahwa para ekonom semakin mempertimbangkan kemungkinan kenaikan lainnya pada Oktober atau Desember jika inflasi dan pasar tenaga kerja tetap kuat.

Sekarang mari kita lihat reaksi pasar.

Saham AS awalnya merespons positif meskipun ekspektasi suku bunga menjadi lebih hawkish. S&P 500 dan Nasdaq sama-sama naik sekitar 0,8% setelah rilis CPI, dan sesi Jumat secara keseluruhan pada akhirnya menghasilkan kenaikan sekitar 1,1% untuk kedua indeks tersebut, sementara Dow bertambah sekitar 622 poin, atau 1,2%.

Reaksi tersebut penting karena menunjukkan bahwa pasar tidak memperlakukan laporan CPI sebagai sinyal resesi yang segera terjadi. Investor masih melihat laba perusahaan yang kuat dan pertumbuhan terkait AI sebagai penyeimbang terhadap suku bunga yang lebih tinggi. Namun, risikonya telah bergeser ke valuasi: jika imbal hasil Treasury tetap berada di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun, biaya pinjaman yang lebih tinggi dan imbal hasil obligasi yang lebih menarik pada akhirnya dapat bersaing dengan saham untuk mendapatkan modal.

Kripto memiliki sensitivitas likuiditas yang bahkan lebih langsung.

Saat tulisan ini dibuat, Bitcoin berada di sekitar $77.300. Alih-alih hanya melihat CPI, saya akan memantau BTC bersama imbal hasil Treasury 10 tahun, dolar AS, dan Nasdaq. Keempat pasar ini menunjukkan bagaimana inflasi sebenarnya ditransmisikan ke aset berisiko.

Imbal hasil Treasury 10 tahun sempat mendekati 5%, mencapai sekitar 4,99% sebelum turun menuju 4,92% setelah rilis CPI. Pergerakan yang berkelanjutan menuju atau di atas 5% akan menciptakan lingkungan likuiditas yang lebih sulit bagi aset beta tinggi seperti Bitcoin. Sebaliknya, jika imbal hasil turun sementara dolar melemah dan Nasdaq tetap kuat, kripto dapat memperoleh dukungan tambahan meskipun belum ada perubahan arah The Fed secara langsung.

Inilah alasan reaksi Bitcoin tidak boleh ditafsirkan secara sederhana sebagai “CPI bullish” atau “CPI bearish.” Pasar awalnya menyerap pembacaan inti yang lebih tinggi, ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih besar, dan imbal hasil Treasury yang tinggi, tetapi aset berisiko tetap pulih. Hal itu menunjukkan bahwa positioning dan likuiditas memainkan peran besar. Jika imbal hasil terus naik, tekanan dapat kembali dengan cepat; jika imbal hasil stabil, Bitcoin mungkin memiliki ruang untuk membangun kembali momentumnya.

Jadi, apakah CPI Agustus terutama merupakan guncangan energi atau tekanan inflasi yang lebih luas?

Jawabannya adalah keduanya, tetapi dengan implikasi yang berbeda. Energi jelas berkontribusi besar terhadap kenaikan CPI utama, sementara CPI inti bulanan sebesar 0,3% menunjukkan bahwa inflasi yang mendasarinya belum sepenuhnya mendingin. Tingkat inti tahunan sebesar 2,4% bergerak ke arah yang benar, tetapi masih berada di atas sasaran The Fed sebesar 2%.

Bagi trader, setup yang paling penting bukan sekadar CPI sebesar 3,4%. Ini adalah kombinasi CPI utama 3,4% + CPI inti 2,4% + harga energi yang tinggi + imbal hasil Treasury mendekati 5% + ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih kuat.

Peringkat saya saat ini atas sinyal-sinyal tersebut cukup jelas:

#WeeklyShare — Ekspektasi The Fed: pendorong jangka pendek terbesar karena laporan CPI mendorong pasar menuju kenaikan pada September.

#1 — Imbal hasil Treasury: saluran konfirmasi untuk melihat apakah kebijakan moneter yang lebih ketat benar-benar menekan aset berisiko.

#2 — Reaksi BTC/Nasdaq: jika keduanya terus bertahan meskipun imbal hasil lebih tinggi, selera risiko tetap lebih kuat daripada yang ditunjukkan oleh data inflasi saja.

Titik pemeriksaan besar berikutnya adalah rapat The Fed pada 15–16 September. Kenaikan suku bunga yang diikuti jeda yang jelas dapat menciptakan reli pemulihan di pasar saham dan kripto. Kenaikan yang disertai sinyal bahwa pengetatan tambahan mungkin diperlukan akan menciptakan lingkungan yang jauh lebih sulit.

Untuk saat ini, saya tidak akan menyebut CPI Agustus sebagai laporan yang sepenuhnya bullish atau bearish. Ini adalah peringatan bahwa jalan menuju kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi kurang sederhana. Inflasi sebesar 3,4% masih berada di atas target, CPI inti sebesar 2,4% belum sepenuhnya nyaman, dan harga energi menghadirkan risiko kenaikan lainnya.

Pada $77.300, Bitcoin karenanya diperdagangkan di pasar yang pergerakan besarnya berikutnya mungkin lebih bergantung pada apa yang terjadi pada imbal hasil Treasury, dolar, dan ekspektasi The Fed daripada pada angka utama CPI itu sendiri. Jika tekanan-tekanan tersebut mereda, laporan CPI pada akhirnya dapat menjadi peluang beli. Jika imbal hasil terus naik, data CPI yang sama dapat menjadi fondasi bagi fase likuiditas yang lebih ketat.

Pertanyaan sebenarnya bukan lagi sekadar apakah inflasi menurun. Pertanyaannya adalah apakah inflasi turun cukup cepat bagi The Fed untuk berhenti mengetatkan kebijakan, dan apakah Bitcoin serta saham dapat terus menyerap suku bunga yang lebih tinggi sembari menunggu jawaban tersebut.
#3 @Gate_Square @Gate Launch
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
GASGAS-3,30%
BTCBTC-0,75%

  • 2

Tambahkan komentar
Tambahkan komentar

Komentar
Luna_Star
sejam yang lalu
Pendapat yang kuat
0Lihat Asli
Luna_Star
sejam yang lalu
Katakan lebih banyak 👀
0Lihat Asli
Luna_Star
sejam yang lalu
Ayo gas 🔥
0Lihat Asli
Luna_Star
sejam yang lalu
Menarik 👀
0Lihat Asli
Mrs_Thynk
sejam yang lalu
Saya sedang memantau 👀
0Lihat Asli
Mrs_Thynk
sejam yang lalu
Ayo 🔥
0Lihat Asli
Mrs_Thynk
sejam yang lalu
Menarik 👀
0Lihat Asli
ItsMeAnexa
4 jam yang lalu
Ulasan Pertama
Menarik 👀
0Lihat Asli