Postingan

Emosi bukanlah masalah yang perlu dimusnahkan, melainkan informasi yang perlu dipahami. Yang sering kali benar-benar membuat manusia menderita bukanlah kemarahan, kecemasan, atau kesedihan itu sendiri, melainkan karena sejak kecil kita dilatih untuk berpikir bahwa “kita tidak seharusnya berpikir seperti ini dan tidak seharusnya merasakan hal ini”, sehingga kita mulai menekan dan menyangkalnya, hingga akhirnya emosi justru mengendalikan perilaku kita. Kedewasaan bukan berarti tidak memiliki emosi negatif, melainkan mampu mengenalinya, memahami asalnya, menyebutkan dengan tepat apa yang sedang dirasakan, lalu memutuskan bagaimana cara mengekspresikan dan mengaturnya. Membiarkan diri merasakan emosi bukan berarti membiarkan emosi menguasai diri; justru sebaliknya, hanya dengan mengakui keberadaan emosi, kita bisa kembali memperoleh hak untuk memilih tindakan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.


Tambahkan komentar
Tambahkan komentar

Komentar
ChainAuctioneer
3 jam yang lalu
Saat mengakui rasa cemas itu, justru aku merasa lega. Ternyata bukan karena aku tidak mampu, melainkan karena sudah terlalu lama aku tidak mendengarkan diriku sendiri.
0Lihat Asli
CaptainReverse
3 jam yang lalu
Izinkan dirimu untuk hancur selama lima menit, lalu lakukan apa yang harus dilakukan—bukankah inilah kebebasan emosional orang dewasa?
0Lihat Asli
PaperMeme
3 jam yang lalu
Dulu, menangis saat kecil akan dimarahi; sekarang bahkan untuk merasa sedih pun harus bertanya dulu kepada diri sendiri apakah pantas. Sistem ini perlu diperbarui.
0Lihat Asli
MorphoMiner
3 jam yang lalu
GPS Emosi: tentukan posisi dulu, baru navigasi—jangan asal menginjak pedal gas di tengah badai emosi.
0Lihat Asli
NoNSA
4 jam yang lalu
Ulasan Pertama
Benar sekali. Dulu saya mengira dewasa = tidak punya emosi, sekarang saya menyadari bahwa dewasa berarti mampu duduk dan bernegosiasi dengan emosi.
0Lihat Asli
Lihat Lebih Banyak