Postingan

Banyak orang yang pernah memperlakukanmu dengan buruk tidak akan menjadi lebih baik kepadamu karena merasa berutang, malah secara tidak sadar akan mewaspadaimu. Karena keberadaanmu sendiri adalah bukti bahwa dia pernah memperlakukanmu dengan buruk. Untuk mempertahankan keyakinan dalam dirinya bahwa “aku adalah orang baik”, dia akan terus merasionalisasi tindakannya, membesar-besarkan masalahmu, bahkan dengan sengaja merendahkanmu, hingga akhirnya mengubah “aku telah berbuat salah kepadamu” menjadi “sejak awal memang kamulah yang bermasalah”. Jadi, sering kali, semakin seseorang telah menyakitimu, semakin dia perlu membuktikan bahwa kamu tidak layak diperlakukan dengan baik. Karena hanya dengan menjadikanmu “orang yang bersalah”, dia dapat membersihkan dirinya dari posisi sebagai “pelaku”.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.


Tambahkan komentar
Tambahkan komentar

Komentar
CycleArchaeologist
2 jam yang lalu
Mekanisme psikologis seperti ini disebut disonansi kognitif dan cukup umum.
0Lihat Asli
WhitelistHunter
2 jam yang lalu
Mantan saya memang seperti ini, putusnya hubungan sepenuhnya dianggap salah saya, belakangan saya sadar dia tidak tahan menanggung rasa bersalah.
0Lihat Asli
PositionPsychology
3 jam yang lalu
Memang, banyak orang bukanlah orang jahat, mereka hanya tidak mampu menghadapi kenyataan bahwa mereka pernah menjadi jahat.
0Lihat Asli
DeFiSafeFarmer
3 jam yang lalu
Jadi, jauhilah orang-orang yang menguras energimu, jangan berharap permintaan maaf, karena ada orang yang bahkan menipu dirinya sendiri.
0Lihat Asli
ChainGhost
3 jam yang lalu
Ulasan Pertama
Yang paling ironis, mereka benar-benar memercayai cerita yang mereka buat sendiri, dan korban malah menjadi penjahat.
0Lihat Asli
Lihat Lebih Banyak