Mengapa banyak perempuan lebih mudah merasakan permusuhan terhadap wanita yang cantik, sementara pria justru sering bersedia berteman dengan orang yang tampan dan berprestasi? Di balik itu, bukan sekadar rasa iri yang sederhana, melainkan perbedaan logika kompetisi antara laki-laki dan perempuan. Semua orang punya kecenderungan untuk membandingkan secara naluriah, tetapi dimensi yang dibandingkan tidaklah sama. Bagi banyak perempuan, faktor seperti penampilan, daya tarik, dan pengakuan sosial selama bertahun-tahun menjadi sumber daya kompetisi yang penting. Jadi ketika seorang perempuan yang lebih cantik dan lebih populer muncul, hal itu mudah memicu perbandingan dan pertahanan bawah sadar. Sementara itu, di antara pria, penampilan biasanya bukan indikator kompetisi yang utama; seorang teman yang tampan justru bisa dianggap sebagai nilai tambah dalam lingkar pertemanan. Pria cenderung lebih mudah bersaing dengan berfokus pada kemampuan, status, sumber daya, dan pencapaian. Karena itu, apakah keunggulan seseorang akan diterima oleh orang lain tidak hanya bergantung pada keunggulan itu sendiri, tetapi juga pada apakah keunggulan tersebut menyentuh sumber daya kompetisi inti di bidang yang dimiliki lawan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan