Sudahi urusan stop-loss ini, sungguh rasanya hampir sama seperti putus. Dulu aku selalu merasa, “tunggu lagi sebentar, mungkin berbalik,” padahal akhirnya bunga terus terkikis, mental pun makin hancur. Belakangan aku paham—lebih cepat mengakui rugi, uang yang tersisa itu masih bisa dipakai untuk hal lain, dan justru hatiku jadi lebih tenang.



Minggu ini aku lihat grup komunitas ribut soal batas kepatuhan privasi coin dan mix/coin-mixer: ada yang menganggapnya kebebasan, ada yang menganggapnya risiko. Aku juga sebenarnya penasaran, tapi jujur saja, saat aku yang beroperasi, tetap harus memikirkan dengan jelas di mana batasnya.

Kenapa aku jadi mudah kepancing tangan? Pada akhirnya, itu karena “rasa sial/berharap mujur”—aku merasa diri sendiri bisa lebih pintar dari pasar cuma selisih satu detik, meski sudah rugi, masih membayangkan di detik berikutnya bisa berbalik. Intinya, itu tidak mau mengakui kalah. Kedengarannya seperti mentalitas pria playboy yang tidak bertanggung jawab.

Sudahlah, begini dulu. Aku mau bikin sketsa stop-loss versi psikologis, rasanya bisa jadi bahan meme.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan