Riset Cambridge: 31% node Ethereum berada di AS, lebih dari sepertiga node offline atau memengaruhi konfirmasi akhir jaringan

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

PANews 17 Juli 2024, menurut laporan The Block, penelitian terbaru dari Cambridge Centre for Alternative Finance di Universitas Cambridge menunjukkan adanya konsentrasi aktivitas node Ethereum di wilayah tertentu. Sekitar 31% aktivitas node Ethereum global ditanggung oleh Amerika Serikat, sedangkan Uni Eropa (tidak termasuk Inggris) sekitar 39%.

Penanggung jawab penelitian Alexander Neumüller mengatakan bahwa distribusi node saat ini terutama terkonsentrasi di wilayah Barat, namun tidak terlalu terkonsentrasi pada satu negara saja. Meski demikian, konsentrasi penyedia layanan hosting node tetap layak mendapat perhatian, karena banyak node dijalankan melalui beberapa penyedia layanan cloud seperti Hetzner, AWS, dan OVH.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa jaringan Ethereum tidak memerlukan setengah validator untuk gagal agar terjadi dampak serius. Ketika lebih dari sekitar sepertiga validator secara bersamaan offline, pemeriksaan jaringan tidak dapat lagi menyelesaikan finalisasi (finalization), yang dapat menghambat proses konsensus.

Neumüller menekankan bahwa node dan validator tidak sepenuhnya berpasangan satu lawan satu, sehingga pihak luar tidak dapat menilai secara akurat berapa banyak validator yang dijalankan di balik satu node. Karena itu, risiko sebenarnya perlu dievaluasi lebih lanjut. Konsentrasi regional juga pernah memicu diskusi regulasi. Pada 2022, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pernah mengutip kondisi bahwa banyak node Ethereum berada di Amerika Serikat sebagai salah satu dasar dalam pembahasannya mengenai yurisdiksi regulasi atas transaksi Ethereum.

Selain itu, studi Cambridge tersebut juga menilai ulang konsumsi energi Ethereum setelah “The Merge”. Data menunjukkan konsumsi listrik tahunan Ethereum saat ini sekitar 7,9 GWh, dengan daya berkelanjutan sekitar 1 MW, turun sekitar 99,98% dibanding sebelum The Merge. Saat ini, proporsi penggunaan energi yang berkelanjutan oleh jaringan melebihi 56%. Di samping distribusi geografis node, konsentrasi perangkat lunak klien juga menjadi sumber risiko potensial; jika terjadi celah pada klien-klien utama, hal itu dapat memengaruhi banyak peserta jaringan. Yayasan Ethereum mendukung penelitian ini untuk membantu evaluasi lebih lanjut mengenai kondisi operasi jaringan setelah The Merge.

ETH1,35%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan