🔍 Kenapa orang Tionghoa jadi yang nomor 1 di dunia soal diabetes?


Semangkuk mi daging sapi yang viral di seluruh negeri saja bisa memberi jawabannya: 4–5 lembar daging sapi super tipis dipadukan dengan sekitar 3 ons mi + kuah berpenyedap (MSG). Protein dalam semangkuk mi ini hampir bisa diabaikan, tapi karbohidratnya 60 gram. Tinggi, tinggi karbohidrat, rendah protein.
Sarapan wilayah Jiangsu-Zhejiang-Shanghai:
bubur nasi putih + acar + cakwe.
Bubur nasi putih: makanan sampah peringkat satu di dunia, gula tinggi, karbohidrat tinggi, mudah dicerna, tidak kenyang.
Acar: makanan olahan asin, natrium tinggi, asam nitrit tinggi. Produk favorit untuk memicu kanker!
Cakwe: karbohidrat tinggi, lemak tinggi, asam lemak trans tinggi.
Kalau sesekali makan nggak masalah, tapi kalau tiap hari begini itu sama saja cari mati.
Kebiasaan makan saat makan siang dan malam di Tiongkok:
Kebanyakan waktu, masakan Tionghoa didominasi karbohidrat tinggi. Masakan mengutamakan banyak minyak dan lemak, serta rasa yang berat. Hotpot, barbekyu, bir—semuanya adalah racun kronis yang pelan-pelan menghancurkan kesehatan.
Masalah serius lainnya adalah “tidak boleh dikritik”.
Kalau kamu bilang masakan Tionghoa tidak sehat, langsung diputuskan kamu mengagungkan budaya asing.
Kalau kamu bilang bubur itu makanan sampah, langsung dipakai “leluhur” untuk membantahmu.
Begini saja kondisinya, aneh juga kalau diabetes bukan yang nomor 1 di dunia
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan