Hari ini WebX 2026 dibuka di Tokyo, dihadiri 15 ribu peserta, dan ini termasuk konferensi Web3 terbesar di Asia.


Perdana Menteri Jepang menyampaikan pidato video dalam sebuah acara Web3. Dalam video tersebut, Takaichi mengatakan pemerintah akan meningkatkan dukungan pendanaan bagi perusahaan rintisan, menjalankan program rintisan lima tahun yang dimulai pada bulan Mei tahun ini, dan menempatkan Web3 pada posisi inti dalam agenda ekonomi Jepang.
Ini bukan pertama kalinya pemerintah Jepang tampil di WebX, tetapi setiap kemunculan selalu membawa sinyal yang sangat jelas: Jepang menggunakan konsistensi kebijakan untuk menarik modal kripto masuk. Ketika AS masih memakai penindasan melalui SEC, dan Hong Kong sedang membuka masa jendela kepatuhan, Jepang langsung meminta Perdana Menteri memback-up—ini bukan soal romantisme, ini soal menarik investasi.
Logika Jepang beberapa tahun terakhir sebenarnya cukup jelas: regulasi stablecoin, reformasi rezim pajak aset kripto, serta memungkinkan badan hukum untuk memegang aset kripto—langkah demi langkah, tidak agresif, tapi arahnya konsisten. Yang dibutuhkan modal bukan keuntungan jangka pendek, melainkan lingkungan regulasi yang bisa diprediksi, dan yang Jepang berikan adalah itu.
Hari ini WebX bisa menarik 15 ribu peserta ke Tokyo; dua tahun lalu hal itu tidak terpikirkan. Pusat konferensi Web3 Asia sebelumnya ada di Singapura, sekarang Jepang sudah mulai merebut posisi tersebut. Apalagi, ada dukungan dari pemerintah di baliknya—bukan inisiatif spontan dari masyarakat.
Pada level makro, hal yang paling patut dibahas dalam WebX tahun ini bukan proyek tertentu, melainkan fakta bahwa pemerintah Jepang mendorong Web3 sebagai kebijakan industri—arah ini sudah ditetapkan.
Pertanyaan yang lebih layak dipikirkan adalah: ketika pemerintah suatu negara mulai secara aktif memback-up Web3, narasi industri bergeser dari desentralisasi menjadi persaingan antarnegara.
Jepang yang bersaing, Hong Kong bersaing, Singapura bersaing, Uni Emirat Arab juga bersaing. Yang direbut bukanlah keyakinan, melainkan modal, talenta, basis pajak, dan hak kuasa atas narasi. Logika awal Web3 sebenarnya tidak membutuhkan negara, tapi sekarang pemerintah berbagai negara justru lebih aktif daripada pihak di dalam industri.
Ketidaksesuaian ini sendiri adalah realitas terbesar: kita tidak hanya perlu bertanya proyek mana yang layak diinvestasikan, tetapi juga daerah mana yang lebih dulu memenangkan “maraton” regulasi dan menghasilkan kerangka kerja yang benar-benar bisa diterapkan. Modal dan infrastruktur akan mengalir ke sana.
#webx @WebX_Asia
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan