Sifat egois awalnya hanyalah sebuah kata netral, yang menggambarkan seseorang yang mengutamakan kepentingan dirinya sendiri. Tetapi dalam konteks budaya Tiongkok, kata ini secara bertahap diberikan warna moral yang kuat, bahkan menjadi semacam tuduhan. Banyak kali, seseorang tidak merugikan kepentingan orang lain, melainkan hanya menjaga batasannya, menolak permintaan yang tidak masuk akal, atau enggan membayar harga atas harapan orang lain, dan kemudian diberi label "egois". Jadi, makna kata "egois" diam-diam berubah. Itu tidak lagi merujuk pada memenuhi diri sendiri dengan merugikan orang lain, melainkan menjadi "tidak mengikuti harapan orang lain". Tetapi kenyataannya, menjaga kepentingan sendiri adalah hak, sementara merebut kepentingan orang lain adalah masalah; menolak adalah batas, sementara merampas adalah ketidakadilan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan