Perjanjian Iran-AS hanya langkah pertama! Menteri Keamanan Nasional Israel berkata: Perjanjian tidak membatasi kami, kami tidak akan menarik pasukan

Israel Menteri Keamanan Nasional Gvir Berbicara: Kesepakatan Perdamaian yang Disepakati pada Malam Minggu oleh AS dan Iran "Tidak Mengikat" bagi Israel, Tentara Israel Tidak Akan Mundur, Tidak Akan Diam, Harus Secara Tegas Membubarkan Hizbullah.
(Ringkasan Sebelumnya: Berita Cepat》Kesepakatan Gencatan Senjata AS-Iran 6 Ketentuan Terungkap! Janji "Membuka Kembali Selat Hormuz, Menghapus Sanksi", Dikabarkan Akan Diumumkan dalam Beberapa Jam)
(Tambahan Latar Belakang: Berita Cepat》Trump Umumkan "Gencatan Senjata Israel dan Hizbullah"! Pasukan AS yang Segera Mundur ke Lebanon: Tidak Akan Menetap di Beirut)
Daftar Isi Artikel

Toggle

  • Latar Belakang Kesepakatan AS-Iran: Jendela Negosiasi 60 Hari
  • Pernyataan Langkah Netanyahu: Tidak Terikat oleh Ketentuan Terkait Lebanon
  • Pergerakan Harga Emas: Naik Terlebih Dahulu, Kemudian Turun
  • Perdamaian Ada Tapi Belum Berakhir

Menteri Keamanan Nasional Israel Gvir (Oren Givon) pada tanggal 15 melalui Saluran 12 Israel menyatakan: Kesepakatan perdamaian yang disepakati pada malam Minggu oleh Amerika Serikat dan Iran "Tidak Mengikat" bagi kami, Israel adalah negara berdaulat yang independen, tidak bergantung pada Amerika Serikat.

Gvir menegaskan bahwa Israel sama sekali tidak akan mundur dari wilayah Lebanon yang telah diduduki dan dibersihkan, dan juga tidak akan diam terhadap tindakan penembakan terhadap Israel.

"Kami harus secara tegas membubarkan Hizbullah," katanya.

Latar Belakang Kesepakatan AS-Iran: Jendela Negosiasi 60 Hari

Amerika Serikat dan Iran menjalani negosiasi yang berlangsung lebih dari dua bulan yang terputus-putus, akhirnya pada malam 14 Juni menyepakati nota kesepahaman tentang gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz, dan akan secara resmi menandatangani di Swiss pada 19 Juni.

Harga tembaga melonjak 1,4% setelah pengumuman kesepakatan, logam industri ini telah naik sekitar 4% sejak perang di Timur Tengah yang dimulai akhir Februari. Namun Bitcoin tetap berhati-hati, setelah mengalami gencatan senjata pada April dan dua kali konflik kembali, harga kembali setelah penandatanganan di Swiss pada 19 Juni.

Analis menunjukkan bahwa ujian sebenarnya baru saja dimulai. Kesepakatan memberikan jendela negosiasi selama 60 hari, tetapi rincian teks mungkin masih belum final, dan konflik yang terus berkembang antara Israel dan Lebanon juga dapat menyebabkan negosiasi gagal.

Pernyataan Langkah Netanyahu: Tidak Terikat oleh Ketentuan Terkait Lebanon

Perdana Menteri Israel Netanyahu telah memberi tahu Trump bahwa Israel tidak terikat oleh ketentuan terkait Lebanon dalam kesepakatan tersebut. Menurut laporan dari "Youth Daily" Israel, militer Israel akan terus menempatkan pasukan di Lebanon dan merespons setiap serangan dari Hizbullah.

Richard Tang, Strategi Asia dari Bank Poh Seng, menunjukkan bahwa kesepakatan perdamaian AS-Iran sangat menguntungkan pasar saham Asia, terutama pasar dengan proporsi tinggi saham teknologi (Korea Selatan, Jepang) yang telah melonjak secara signifikan pada perdagangan pagi hari Senin.

Pergerakan Harga Emas: Naik Terlebih Dahulu, Kemudian Turun

Pada sesi pagi di Asia, emas naik karena ketegangan gencatan senjata meredakan kekhawatiran inflasi, tetapi kemudian harga spot emas turun lebih dari 10 dolar, ke level 4.320 dolar per ons. Pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel tentang "tidak mundur" menunjukkan bahwa perdamaian di kawasan masih memiliki ketidakpastian.

Analis ANZ menunjukkan bahwa perang memperkuat alasan struktural bagi investor untuk meningkatkan alokasi emas, termasuk perpecahan geopolitik dan melemahnya kepercayaan terhadap obligasi sebagai alat diversifikasi portofolio yang andal.

Perdamaian Ada Tapi Belum Berakhir

Kesepakatan AS-Iran tampaknya menjadi awal perdamaian di kawasan, tetapi pernyataan Israel mengandung dua sinyal: pertama, bahwa gencatan senjata pada dasarnya adalah "dengan prioritas" — Amerika Serikat dan Iran berbicara terlebih dahulu, sementara Israel melanjutkan pembersihan Hizbullah di Lebanon; kedua, kenaikan pasar Asia mencerminkan ekspektasi inflasi yang menurun, bukan kepercayaan bahwa perdamaian akan bertahan.

Bagi investor Taiwan, Taiwan dan negara tetangga Asia lainnya yang merupakan negara pengimpor bersih minyak, pembukaan kembali Selat Hormuz berarti tekanan inflasi impor berkurang. Tetapi jika Israel terus meluncurkan rudal dari Lebanon, risiko kenaikan harga minyak tetap ada.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan