Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
CFD
Derivatif CFD Saham AS
Saham AS
Akses saham AS dan ETF yang nyata
Saham HK
Perdagangkan saham berkualitas yang terdaftar di Hong Kong
Saham Futures
Leverage tinggi, perdagangan 24/7
Tokenized Stocks
Didukung oleh aset saham nyata
IPO Access
Buka akses penuh ke IPO saham global
GUSD
Mint GUSD untuk Imbal Hasil Treasury RWA
Aktivitas Saham
Perdagangkan Saham Populer dan Dapatkan Airdrop yang Melimpah
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
IPO Access
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#SpaceXIPOAttractsOver250BillionInOrders
Ripple CEO Kecam JPMorgan karena “Menyesatkan” CLARITY Act
CEO Ripple, Brad Garlinghouse, semakin keras mengkritik Jamie Dimon dari JPMorgan setelah menuduh eksekutif perbankan itu salah menggambarkan CLARITY Act, sebuah kerangka kerja pasar aset kripto yang sedang diusulkan di AS.
Perselisihan ini muncul di momen penting untuk regulasi aset digital dan berpotensi mempengaruhi adopsi institusional dalam beberapa bulan ke depan.
Mengapa CLARITY Act Begitu Penting
CLARITY Act merupakan kerangka regulasi yang sedang diajukan di AS yang menjelaskan bagaimana aset digital diawasi dan memperjelas tanggung jawab di antara lembaga keuangan. Tujuan utamanya adalah memperkuat kepastian hukum sambil tetap mendukung inovasi dan perlindungan investor.
Dalam sebuah wawancara di Fox Business, Garlinghouse menolak kritik terbaru dari Dimon dan menegaskan bahwa penolakan publik terhadap RUU tersebut tidak sesuai dengan tujuan aslinya.
Menurut eksekutif Ripple itu, usulan tersebut memperlemah standar kepatuhan karena gagal mencerminkan bagaimana undang-undang memisahkan tanggung jawab pengawasan di antara para regulator.
“Sebanyak kita bisa membicarakan apakah Brian Armstrong mewakili industri ini atau tidak, faktanya dia tidak mewakili industri; dia mewakili Coinbase, dan dalam beberapa hal tentunya dia akan memperjuangkan kepentingan Coinbase. Tapi pada akhirnya, menurut saya apa yang dilakukan Jamie Dimon itu merugikan. Dia menggambarkan seolah-olah ini akan mengurangi masalah kepatuhan dan memudahkan orang melakukan hal-hal buruk. Itu tidak benar. Ini adalah misrepresentasi yang disengaja atau bahkan kelalaian dalam usaha menghalangi dukungan terhadap CLARITY Act,” ujar Garlinghouse.
Pendukung aturan tersebut percaya bahwa aturan yang lebih jelas bisa mengurangi ketidakpastian yang selama ini menghambat partisipasi institusi di Amerika Serikat. Lebih luasnya, mereka berpendapat ketidakjelasan hukum justru mendorong perusahaan dan aktivitas trading berpindah ke luar negeri.
Garlinghouse menekankan hal ini, dan menuturkan bahwa saat ini sebagian besar aktivitas trading aset digital terjadi di luar Amerika Serikat, yang akhirnya meningkatkan persaingan bagi pasar domestik.
Ripple dan JPMorgan Semakin Memperlebar Jurang
Garlinghouse menyatakan JPMorgan punya kepentingan ekonomi untuk mempertahankan struktur pasar yang sudah ada. Ia menyoroti bisnis pembayaran bank tersebut sebagai salah satu segmen paling menguntungkan dan berpendapat bahwa infrastruktur blockchain yang terus berkembang memunculkan tekanan kompetitif baru.
Dimon tetap menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap sektor aset kripto selama bertahun-tahun, meski tetap mendukung beberapa inisiatif blockchain internal pilihan. Baru-baru ini, ia mempertanyakan apakah undang-undang seperti CLARITY Act bisa menciptakan celah kepatuhan atau meningkatkan risiko keuangan.
“Kami akan melawan CLARITY Act. Jika kami kalah, ya kalah, dan kami akan lanjutkan hidup. Tapi perlawanan pasti terjadi,” terang Jamie Dimon baru-baru ini menyebutkan.
Pendukung proposal ini tidak sependapat. Advokat regulasi dan pelaku industri berpendapat bahwa aturan baku justru bisa memperbaiki pengawasan sembari mencegah perpindahan modal, talenta, dan likuiditas ke luar negeri.
Perdebatan ini melampaui urusan politik. Ripple telah melebarkan bisnisnya ke produk likuiditas, integrasi artificial intelligence untuk pembayaran, dan inisiatif stablecoin RLUSD. Kerangka hukum yang lebih jelas dinilai bisa mengurangi hambatan bagi bank dan korporasi yang ingin menggunakan infrastruktur blockchain.
Mengapa Waktu Bisa Jadi Penentu
Kongres AS menghadapi jadwal legislasi yang padat sebelum reses Agustus, sehingga tekanan pada para pembuat undang-undang untuk mengutamakan proposal struktur pasar makin besar.
Bagi perusahaan kripto, hasil aturan ini bisa memengaruhi di mana investasi, pengembangan, dan aktivitas trading akan berlangsung selama 10 tahun ke depan. Untuk institusi keuangan besar, aturan ini juga bisa mengubah peta persaingan di bisnis pembayaran, penyelesaian transaksi, dan layanan keuangan.
Konfrontasi antara Garlinghouse dan Dimon telah memperbesar sorotan terhadap CLARITY Act dan mengubah diskusi teknis seputar regulasi menjadi perdebatan lebih luas soal masa depan infrastruktur keuangan.