Menurut laporan terbaru CrowdStrike yang dikutip oleh Forbes, kelompok peretas yang didukung Korea Utara, FAMOUS CHOLLIMA, menyumbang 47% dari insiden intrusi langsung (hands-on-keyboard intrusion) yang menargetkan perusahaan teknologi di Amerika Utara, Eropa, dan Asia antara April 2025 dan Maret 2026. Organisasi ini menyusup ke jaringan perusahaan dengan melamar posisi pengembang perangkat lunak jarak jauh, kemudian menyebarkan malware dan mencuri cryptocurrency dari pengembang blockchain. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Amerika Serikat sebelumnya telah bekerja sama dengan 15 negara lain untuk melakukan tindakan penindakan terhadap infrastruktur teknologi dan bisnis terkait cryptocurrency dari organisasi tersebut. Selain itu, CrowdStrike memperingatkan bahwa AI mempercepat peningkatan kompleksitas, skala, dan kecepatan serangan siber, dan organisasi ini juga telah memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi serangan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan