Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#StrongNonfarmPayrollsRekindleRateHikeFear
MicroStrategy dan BitMine Bisa Picu Crash Bitcoin Terbesar Sepanjang Sejarah: Co-founder DWF Labs Beri Peringatan
Andrei Grachev, co-founder dari DWF Labs, memberi peringatan di X bahwa Strategy (sebelumnya MicroStrategy) dan BitMine bisa memicu crash pasar aset kripto terbesar dalam sejarah, seraya mengajak investor membayangkan jika harga Bitcoin turun ke US$10.000–US$20.000.
Peringatan ini muncul di salah satu momen paling rentan bagi kedua perusahaan tersebut.
Peringatan Likuiditas Sudah Menyala
Crash pada treasury aset kripto terjadi ketika holder korporasi besar terpaksa menjual dalam jumlah sangat besar, sehingga harga terus turun dan semakin memperparah penurunan pasar. Grachev percaya MicroStrategy dan BitMine bisa menjadi pemicu utama peristiwa seperti itu.
Ia membingkai postingan ini sebagai latihan untuk berpikir. Co-founder DWF Labs tersebut menyampaikan bahwa dirinya berharap skenario itu tidak terjadi, tapi ia ingin para investor sungguh-sungguh memikirkan strategi trading mereka jika harga Bitcoin turun ke kisaran US$10.000–US$20.000.
Waktu sangat penting di sini. Bitcoin baru saja menembus ke bawah US$60.000 di tengah arus keluar ETF spot lebih dari US$1,7 miliar dalam seminggu, angka mingguan terbesar selama lebih dari setahun terakhir, dan likuidasi di seluruh pasar lebih dari US$1 miliar dalam 24 jam.
Grachev secara konsisten memberi peringatan soal leverage dan risiko struktural. Sebelumnya, ia menggambarkan peristiwa cascade pada Oktober 2025 sebagai sebuah “bom nuklir“, dan ia juga pernah bicara soal “perang likuiditas” yang terus membuat pasar aset kripto kehilangan miliaran secara berulang.
Poin utama dari argumennya terletak pada konsentrasi aset. Dua raksasa korporasi kini memegang posisi aset kripto dalam jumlah masif, dan jika mereka terpaksa menjual karena tekanan keuangan, hal ini bisa memperparah pelemahan pasar yang sudah rapuh serta memicu kepanikan di kalangan holder ritel dan institusional.
Mengapa MicroStrategy dan BitMine Jadi Pusat Badai
MicroStrategy baru-baru ini mengalami kerugian tidak terealisasi Bitcoin sekitar US$13 miliar, tercatat sebagai rugi terbesar mereka di atas kertas. Perusahaan ini memegang lebih dari 843.000 BTC di neraca korporasinya.
Tekanan itu terasa di seluruh struktur modalnya. Saham preferen tipe perpetual berbunga variabel milik Strategy dengan kode STRC sempat turun di bawah US$95 menurut data dari TradingView. Sementara itu, saham MSTR juga terkoreksi tajam, dan perusahaan ini baru saja menjual 32 BTC, pertama kali sejak tahun 2022.
BitMine menghadapi masalah serupa. Treasury yang fokus ke Ethereum ini memegang sekitar 5,28 juta ETH, dan menanggung kerugian tidak terealisasi lebih dari US$10 miliar, setelah membeli dengan harga rata-rata hampir US$3.500 per koin.
Jika salah satu perusahaan terkena tekanan pendanaan, dampaknya bisa sangat cepat menyebar. Penjualan terpaksa atau sukarela untuk menutup kewajiban bisa mendorong harga Bitcoin dan Ethereum masuk ke area likuidasi besar-besaran seperti yang ditakutkan Grachev di pasar kripto secara luas.
Kondisi ekonomi makro juga memperkuat kekhawatiran ini. Arus keluar ETF secara terus menerus, laporan tenaga kerja AS yang kuat sehingga memperkecil harapan pemangkasan suku bunga, dan sindiran terbaru Jim Cramer yang menyiratkan bahwa Saylor “menghancurkan Bitcoin” semuanya menambah sentimen pasar yang makin rapuh.
Grachev tidak memprediksi crash akan terjadi. Ia hanya meminta investor untuk bersiap secara mental jika dua raksasa korporasi di Bitcoin dan Ethereum mendorong pasar menuju posisi terendah yang belum pernah dilihat sejak siklus bear market terdalam sebelumnya.