#BitcoinETFSees7272BTCOutflow


XRP Turun ke Level Terendah 2024 dengan Risiko Penurunan 23%: Akankah Roadmap Eks-CTO Ripple Membantu Mengerek Harga?

XRP Turun di Bawah US$1,10 untuk Pertama Kalinya Sejak 2024, Analis Memperingatkan Penurunan Lanjutan hingga 23%, Meski CTO Emeritus Ripple, David Schwartz, Mengungkapkan Roadmap Ambisius XRP Ledger

Kami akan membahas pergerakan harga, setup teknikal bearish, dan apakah visi baru Schwartz bisa secara realistis mengangkat harga XRP.

XRP Turun di Bawah US$1,10: Penurunan 23% Masih Mungkin Terjadi

Token Ripple turun hampir 4% dalam 24 jam terakhir dan 18% selama seminggu terakhir, dengan harga diperdagangkan di kisaran US$1,05–US$1,09 pada pagi hari tanggal 6 Juni, menurut data dari CoinGecko.

Saat ini XRP berada sekitar 70% di bawah all-time high di kisaran US$3,65 yang tercapai pada Juli 2025. Penurunan ini sejalan dengan pelemahan besar di berbagai aset kripto utama, termasuk Bitcoin yang baru-baru ini turun di bawah US$60.000.

Penurunan pada XRP terbilang cukup tajam. Para trader menyoroti terjadinya breakdown teknikal, di mana harga menembus di bawah regression band utama pada chart bulanan dan memicu penjualan otomatis di berbagai platform trading leverage di seluruh dunia.

Analis ChartNerdTA menyoroti bahwa pergerakan seperti ini secara historis menargetkan regression band tengah. Zona tersebut berada di sekitar US$0,84, yang berarti ada potensi penurunan lanjutan sebesar 23% dari level saat ini jika setup bearish ini berjalan sepenuhnya.

“Selama 4 bulan terakhir, $XRP sebagian besar berada di atas regression band teratasnya. Kondisi ini berubah di bulan Juni. Saat ini harga mulai menembus di bawah (US$1,35), yang secara historis mengarah ke regression band tengah sebagai level rendah potensial (US$0,84),” ujar ChartNerd.

Sementara itu, Credible Crypto melihat pergerakan ini secara berbeda. Ia menyebutkan bahwa harga sudah menembus level bawah lokalnya dan menyarankan bahwa XRP bisa saja memantul dalam jangka pendek sebelum kemungkinan meluncur ke zona permintaan time frame yang lebih tinggi, bahkan bisa turun di bawah US$1.

Ia memandang koreksi ini sebagai penyesuaian sehat dari reli impulsif 7x tahun lalu yang naik dari bawah US$0,50. Pandangan itu menjadikan kelemahan saat ini sebagai siklus alami, bukan masalah struktural bagi para holder jangka panjang yang masih memantau dengan cermat.

Data on-chain juga menunjukkan banyak holder kini dalam posisi rugi, mendekati level yang pernah terlihat saat capitulation bear market sebelumnya. Dengan bulan Juni yang sering kali berat bagi aset kripto, risiko pengujian ke US$0,84 tetap tinggi.

“Capitulation besar-besaran muncul di chart 4 jam $XRP saat sinyal konfirmasi beli baru terkunci di hitungan ke-9 exhaustion. Koreksi vertikal tanpa henti ini telah menekan RSI ke kondisi oversold mendalam di kisaran 25, sementara harga mencoba menemukan lantai di area bawah,” terang salah satu holder .

Bisakah Roadmap Schwartz Mengangkat Harga XRP?

Di tengah situasi ini, David Schwartz, CTO emeritus Ripple sekaligus arsitek utama XRP Ledger, membagikan visi ke depan dalam video terbarunya “XRP in a Minute”, menyoroti evolusi jaringan ini yang kini melampaui urusan pembayaran.

Schwartz menuturkan bahwa perusahaan sudah mulai memakai XRPL untuk aset tokenized. Ia memperkirakan ekspansi pesat ke sekuritas, saham, reksa dana pasar uang, repo, dan pinjaman, baik di institusi maupun ritel.

Ia menggambarkan ini sebagai jembatan dari model Native Asset Bitcoin menuju ekosistem yang lebih luas dengan issued asset. Bagi Schwartz, XRPL bisa membantu decentralized finance secara bertahap menggantikan sistem keuangan tradisional lewat adopsi yang dimulai oleh perusahaan lalu akan menarik pengguna ritel kemudian.

“XRP Ledger hadir tidak lama setelahnya, menghadirkan aset digital native seperti Bitcoin, sekaligus issued asset yang bisa mewakili hal-hal seperti stablecoin atau aset tokenized jenis apa pun,” papar dia .

Waktunya sangat menarik. Fundamental tokenisasi dan uji coba institusional memang menunjukkan potensi nyata, tapi sejauh ini belum mampu melindungi harga XRP dari tekanan ekonomi makro dan aksi ambil untung setelah reli besar-besaran tahun lalu di pasar aset kripto secara luas.

Exchange-traded fund (ETF) XRP spot yang disetujui pada akhir 2025 telah memberi beberapa dukungan struktural. namun, ETF ini belum bisa menghentikan arus likuidasi yang sedang berlangsung dan sentimen risk-off yang kini mendominasi pasar aset kripto global di sesi harian.

Adanya perbedaan antara roadmap Schwartz dan pergerakan harga saat ini menunjukkan dinamika yang sudah sering terjadi di dunia aset kripto. Kemajuan teknologi belum tentu langsung berdampak pada kenaikan harga, terutama saat terjadi koreksi tajam pada aset berisiko secara luas.

Sementara ini, tesis jangka panjang XRP bergantung pada apakah XRPL mampu menarik volume aset dunia nyata dan DeFi yang signifikan di tengah persaingan yang makin ketat. Pemulihan nampaknya butuh stabilitas pasar yang lebih luas serta pertumbuhan data on-chain yang nyata guna membuktikan janji dalam roadmap tersebut.
XRP-3,14%
BTC-1,9%
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 4
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
MasterChuTheOldDemonMasterChu
· 47menit yang lalu
Langsung saja serang 👊
Lihat AsliBalas0
Ryakpanda
· 1jam yang lalu
Ayo naik kendaraan!🚗
Lihat AsliBalas0
Ryakpanda
· 1jam yang lalu
Langsung saja serang 👊
Lihat AsliBalas0
HighAmbition
· 1jam yang lalu
informasi yang baik 👍👍
Lihat AsliBalas0
  • Disematkan