BTC menyentuh 66.000—apakah ini adalah lubang emas atau lanjutan penurunan? Tiga indikator inti memberikan jawaban



Pada 3 Juni, Bitcoin turun menembus di bawah 67.000 dolar dan menyentuh level 66.000, suasana pasar tiba-tiba menjadi dingin. Investor kini menghadapi pertanyaan klasik: apakah ini benar-benar lubang emas dalam pasar bullish (kesempatan membeli), atau lanjutan penurunan yang lebih besar (terus menunggu)? Artikel ini akan menjawab pertanyaan tersebut dengan menggunakan tiga indikator inti.

Indikator pertama: Tingkat biaya dana kontrak perpetual. Sebelum penurunan pada 3 Juni, tingkat biaya dana kontrak perpetual Bitcoin bertahan dalam kisaran 0,01%-0,02%, yang termasuk tingkat normal. Tetapi setelah turun 6%, tingkat biaya dana dengan cepat berbalik menjadi negatif (sekitar -0,005% hingga -0,01%). Tingkat biaya dana negatif berarti posisi short membayar posisi long, ini mencerminkan sentimen panik di pasar. Dari data historis, setiap kali tingkat biaya dana dengan cepat berbalik menjadi negatif setelah penurunan, harga Bitcoin dalam 5-10 hari perdagangan berikutnya rata-rata rebound sebesar 7,2%. Tentu saja, jika tingkat biaya dana negatif berlangsung terlalu lama (lebih dari seminggu), bisa berkembang menjadi pasar bearish yang lebih dalam. Saat ini baru saja berbalik negatif, ini adalah sinyal untuk rebound.

Indikator kedua: Saldo Bitcoin di bursa. Data on-chain menunjukkan bahwa pada 3 Juni, net inflow Bitcoin ke bursa sekitar 21.000 BTC, ini adalah inflow harian terbesar dalam hampir sebulan. Biasanya, masuknya Bitcoin dalam jumlah besar ke bursa berarti tekanan jual meningkat. Tapi menariknya, setelah harga menyentuh 66.000, laju inflow ini menurun secara signifikan. Jika dalam 24 jam ke depan terjadi net outflow (Bitcoin ditarik dari bursa), itu menunjukkan uang pintar sedang melakukan bottom fishing. Disarankan untuk memperhatikan data saldo bursa dari Glassnode atau CryptoQuant.

Indikator ketiga: Pasokan stablecoin. Total pasokan USDT dan USDC saat ini sekitar 150 miliar dolar, dengan penambahan bersih sekitar 800 juta dolar dalam seminggu terakhir. Penambahan stablecoin biasanya adalah sinyal akumulasi daya beli. Tapi perlu diperhatikan apakah stablecoin baru benar-benar masuk ke pasar perdagangan. Amati saldo stablecoin di bursa: jika saldo stablecoin di bursa meningkat, berarti dana bottom fishing sedang bersiap masuk.

Selain ketiga indikator ini, juga perlu memperhatikan performa koin yang tahan terhadap penurunan. Dalam penurunan umum ini, HYPE dan ZEC naik melawan tren, dan sektor RWA secara keseluruhan menguat. Ini memberi tahu kita bahwa pasar tidak sepenuhnya panik, dana masih mencari aset dengan logika independen. Jika dalam beberapa hari ke depan koin-koin ini tetap kuat bahkan memicu rebound di koin lain, maka level 66.000 Bitcoin sangat mungkin adalah bottom jangka pendek. Sebaliknya, jika koin-koin tahan banting juga mulai terkoreksi, itu menandakan penurunan belum berakhir.

Kesimpulan: Saat ini, 66.000 adalah “lubang emas untuk observasi”, artinya perlu konfirmasi sinyal sebelum bisa dipastikan. Trader agresif bisa mencoba posisi long ringan di sekitar 66.000 dengan stop di 65.500; trader konservatif menunggu dua sinyal muncul sebelum masuk: pertama, penutupan di atas 67.000 di kerangka 4 jam, dan kedua, tingkat biaya dana kembali ke nol dari posisi negatif. Apapun strateginya, jangan terlalu besar posisi saat bottom fishing.
BTC-1,67%
USDC0,01%
HYPE4,06%
ZEC1,49%
Lihat Asli
post-image
post-image
post-image
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan