Menunggu angin panjang, akhirnya mencapai awan biru




Di dunia ini tidak ada orang yang tidak berguna, juga tidak ada tanaman yang hanya tumbuh untuk sia-sia. Surga menciptakan makhluk, masing-masing memiliki tempatnya; bumi menumbuhkan kehidupan, masing-masing memiliki kegunaannya. Semut kecil pun mampu berkumpul untuk membangun sarang; rumput kecil pun bisa menahan musim semi dan mengeluarkan daun hijau. Langit dan bumi tidak pernah membuang barang, mungkinkah ada orang yang terbuang di dunia ini? Makhluk hidup memiliki bakat yang berbeda-beda, nasib yang berbeda pula, cepat atau lambat, tenggelam atau mengapung, semuanya memiliki jalan pulang dan cahaya yang khusus untuk hidup ini.

Naik turun kehidupan, sebenarnya adalah norma. Sungai yang berkelok sembilan, baru menuju Laut Timur; pasir kuning yang berpuluh-puluh kali disaring, baru terlihat emas asli. Sungai Kuning yang luas, ombak keruh yang mengalir selama ribuan tahun, masih memiliki saat ombak tenang dan jernih sampai ke dasar, apalagi dalam kehidupan manusia? Sebentar terpuruk, setengah hidup penuh liku-liku, hanyalah proses pengasahan hati dan memperkuat fondasi oleh takdir. Kejatuhan sesaat bukanlah akhir, masa surut sesaat bukanlah akhir dari hidup, nasib belum tiba, hanya bersembunyi saja, bukan berarti takdir tidak melindungi.

Musim dingin yang sangat dingin, salju dan embun membeku di langit, seratus bunga layu, hanya mawar dingin yang teguh di cabang. Biarkan angin utara meringkik, biarkan salju membebani cabang, keberanian tidak patah, aroma tidak berkurang. Manusia yang berada dalam kesulitan, juga harus memiliki semangat mawar dingin. Situasi dingin dan sepi, tidak mengubah hati nurani; jalan di depan berliku-liku, tidak membuat langit biru jatuh. Orang yang berhasil dalam sejarah, banyak yang melewati kesulitan dan penderitaan, mampu menahan nama palsu, menahan kesepian, menenangkan hati dan pikiran, memegang tekad untuk berjuang dan menunggu saat yang tepat, menjaga niat untuk menumpuk kekuatan dan meledakkan kekuatan dari dalam. Tidak mengeluh tentang nasib yang buruk, tidak mengeluh tentang ketidakadilan dunia, bekerja dengan diam-diam, menunggu kekuatan, menunggu waktu yang tepat, bersembunyi dengan sabar.

Hidup bersembunyi, bukan berarti tenggelam, melainkan menunggu kekuatan. Tanah yang tebal dan dalam, baru bisa menumbuhkan pohon besar; naga yang bersembunyi di kedalaman, akhirnya bisa melompat ke langit yang luas. Waktu tidak pernah mengecewakan orang yang rajin, waktu akan membalas tekad yang teguh. Asalkan hati tulus dan berbuat di jalan yang benar, bekerja keras siang malam, dan tekun, meskipun saat ini hujan dan angin menderu, jalan di depan penuh kabut, akhirnya akan ada angin besar yang mengangkat dan membawa ke langit.

Menunggu saat yang tepat, angin dan awan berkumpul, maka bisa mengibaskan pakaian ke puncak tertinggi, terbang melampaui awan dan menyeberangi gunung dan laut, menuju galaksi bintang yang milik sendiri. Hidup ini tidak perlu terburu-buru, tetap tenang, bertahan dalam kesulitan, menjaga niat awal, akhirnya bisa menembus kabut dan melihat cahaya langit!
Lihat Asli
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 2
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
TheCurrencyMustBelongToMe
· 2jam yang lalu
Langsung saja kejar 👊
Lihat AsliBalas0
GateUser-b8465c8c
· 3jam yang lalu
Luar biasa😀
Lihat AsliBalas0
  • Disematkan