Bessent Mendorong Kongres untuk Mengesahkan RUU CLARITY dan Melarang CBDC

Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah memperbarui seruan agar Kongres mengesahkan RUU CLARITY. Dia berargumen bahwa Amerika Serikat membutuhkan kerangka regulasi yang jelas untuk membawa aktivitas aset digital kembali ke dalam negeri. Berbicara di tengah perdebatan yang sedang berlangsung tentang pengawasan kripto dan mata uang digital bank sentral

Bessent mengatakan bahwa negara harus menghindari lingkungan “Wild Wild West offshore” yang telah berkembang akibat ketidakpastian regulasi. Pernyataan terbarunya muncul saat RUU CLARITY terus maju melalui Kongres. Saat para pembuat undang-undang memperdebatkan apakah larangan terhadap CBDC yang dikeluarkan Federal Reserve harus menjadi permanen.

Mengapa Bessent Menyatakan Kejelasan Regulasi Penting

Komentar Bessent menyoroti momentum yang semakin meningkat di balik Crypto Clarity Act. RUU ini bertujuan untuk menetapkan aturan yang jelas untuk aset digital di Amerika Serikat. Legislatif ini akan membagi tanggung jawab pengawasan antara SEC dan CFTC. Ini membantu perusahaan memahami regulator mana yang mengatur aset tertentu.

Pendukung berargumen bahwa kurangnya kepastian regulasi telah mendorong inovasi, modal, dan talenta ke luar negeri. Akibatnya, perusahaan kripto semakin memperluas operasi ke yurisdiksi seperti Singapura, Abu Dhabi, dan pasar lain dengan kerangka aset digital yang lebih jelas.

Menurut Bessent, membawa kembali bisnis kripto ke Amerika Serikat akan memperkuat perlindungan konsumen. Sambil memungkinkan negara mempertahankan kepemimpinan dalam inovasi keuangan. Pernyataannya menjadi poin pembicaraan utama dalam berita regulasi kripto terbaru saat para pembuat undang-undang mempertimbangkan masa depan legislasi aset digital.

RUU CLARITY Mendapat Dukungan di Washington

RUU CLARITY diperkenalkan pada Mei 2025 dan kemudian disahkan di DPR dengan dukungan bipartisan. Baru-baru ini, legislasi ini maju dari Komite Perbankan Senat pada 14 Mei 2026. Ini menandai tonggak penting lainnya

RUU ini mencakup beberapa ketentuan utama:

  • Pengawasan CFTC untuk komoditas digital seperti Bitcoin
  • Pengawasan SEC untuk aset digital yang mirip sekuritas
  • Persyaratan perlindungan konsumen
  • Perlindungan anti-pencucian uang
  • Jalur pendaftaran yang jelas untuk bursa dan platform

Senator Cynthia Lummis juga baru-baru ini menekankan perlunya tindakan. Dia memperingatkan bahwa pelanggan dari bursa aset digital yang gagal saat ini tidak memiliki hak kepemilikan yang dijamin atas aset mereka selama proses kebangkrutan.

Bessent Tegaskan Kembali Penolakan terhadap CBDC

Selain dorongannya untuk kejelasan regulasi, Bessent mengulangi bahwa pemerintahan Trump tidak berencana meluncurkan mata uang digital bank sentral. “Tidak akan ada Central Bank Digital Currency,” kata Bessent. Dia menambahkan bahwa pemerintahan lebih memilih mendorong inovasi sektor swasta. Daripada menciptakan dolar digital yang dikendalikan pemerintah.

Perdebatan saat ini berpusat pada larangan sementara CBDC yang termasuk dalam RUU ROAD to Housing yang disahkan DPR. Tetapi ketentuan itu akan berakhir pada Desember 2030. Ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan beberapa pembuat undang-undang bahwa pemerintahan di masa depan bisa meninjau kembali isu ini. Pendukung larangan permanen berargumen bahwa CBDC dapat meningkatkan pemantauan pemerintah terhadap aktivitas keuangan. Sementara para kritikus larangan permanen percaya bahwa teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi pembayaran dan inklusi keuangan jika ada perlindungan yang memadai.

Apa Artinya Ini untuk Industri Kripto

Gabungan antara kejelasan regulasi dan penolakan terhadap CBDC mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam kebijakan kripto AS. Pemimpin industri telah lama berargumen bahwa ketidakpastian seputar aset digital telah menghambat investasi dan inovasi.

Jika Kongres akhirnya mengesahkan RUU CLARITY, legislasi ini dapat memberikan kepastian hukum. Yang diperlukan agar bursa, pengembang, dan investor institusional memperluas operasi di Amerika Serikat. Pada saat yang sama, penolakan berkelanjutan terhadap CBDC akan memperkuat preferensi pemerintahan terhadap solusi aset digital sektor swasta dibandingkan alternatif yang dikeluarkan pemerintah.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya

Komite Perbankan Senat telah memajukan RUU CLARITY. Tetapi legislasi ini masih membutuhkan persetujuan dari seluruh Senat sebelum sampai ke meja Presiden Trump. Dengan dukungan dari pejabat Keuangan, pendukung kripto, dan pembuat undang-undang seperti Cynthia Lummis, tekanan sedang meningkat agar Kongres bertindak. Saat industri aset digital berkembang menjadi pasar bernilai multi-triliun dolar. Hasil dari RUU CLARITY dan debat CBDC dapat membantu menentukan apakah Amerika Serikat tetap menjadi pemimpin global dalam inovasi kripto.

BTC-0,5%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan