Dulu aku benar-benar berpikir: spot trading hanya sembarangan dipegang, kontrak yang butuh manajemen risiko... hasilnya saat spot mengalami retracement aku jadi ceroboh jual, kontrak naik emosi langsung leverage, akhirnya bukan dijual habis atau margin call, cukup adil.



Sekarang satu kalimat sederhana: posisi adalah katup emosi kamu, kalau katup dibuka terlalu besar, pasar bergerak sedikit saja kamu langsung ambruk. Cara aku agak kasar: pertama hitung “kerugian terburuk yang masih bisa aku tidur”, lalu balik hitung berapa besar posisi yang bisa diambil; kontrak lebih simpel, aku anggap diri sendiri akan slip tangan, jadi pakai posisi kecil banget + stop loss keras, hidup lebih penting daripada profit.

Tugas poin airdrop musim ini juga sama, lawan penyihir wanita dibuat kayak absen masuk kantor, jujur aja itu memaksa kamu meningkatkan “leverage waktu”, jangan anggap tenaga sebagai dana gratis, kalau terus dipaksa sampai mental pecah. Sekarang begitu dulu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan