Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#WinGoldBarsWithGrowthPoints
Dorongan Kripto Trump Satukan SEC, Senat, dan Ripple di Balik CLARITY Act
Postingan Truth Social dari Presiden Donald Trump yang menyebut Amerika sebagai “ibu kota kripto dunia” memicu gelombang dukungan terkoordinasi. SEC, Senat dari Partai Republik, dan Ripple sama-sama mendesak pengesahan CLARITY Act secara cepat.
Pernyataan tersebut menandai pernyataan publik pertama Trump tentang struktur pasar aset kripto sejak Maret lalu. Para pemimpin industri dan anggota legislatif langsung mendorong agar RUU Digital Asset Market Clarity Act of 2025 menuju pemungutan suara di Senat dalam hitungan jam.
Dukungan Trump Terhadap Kripto Picu Washington & Industri Kompak Dukung CLARITY Act
Trump berpendapat bahwa mantan Ketua SEC Gary Gensler dan “Anti-Crypto Army” hampir saja menghancurkan industri aset kripto di Amerika Serikat.
Ia berjanji akan membuat kerangka hukum “siap masa depan” yang terlindung dari “Crypto Haters”.
Pada akun tersebut, Ketua SEC Paul Atkins menyoroti bahwa era penegakan hukum secara agresif oleh agensi ini sudah “berakhir,” dan berjanji akan memberikan kejelasan pasar secara menyeluruh di bawah kepemimpinan Trump bersama Kongres.
Dukungan ini sejalan dengan agenda Project Crypto yang lebih luas untuk membawa pasar blockchain ke dalam negeri serta mereset kebijakan kripto AS.
CEO Ripple Brad Garlinghouse menyebut momen ini sebagai pembuktian setelah bertahun-tahun berhadapan dengan litigasi SEC terhadap perusahaannya.
Ia menegaskan bahwa koalisi anti-kripto berhasil dikalahkan oleh pengadilan, pemilih, dan Trump sendiri.
“Anti-Crypto Army telah dikalahkan… oleh pengadilan… oleh para pemilih. Dan oleh Trump. Ini memang tidak pernah masuk akal secara kebijakan, hukum, maupun politik,” terang Garlinghouse .
Senat Partai Republik Galang Dukungan untuk CLARITY Act
Komite Perbankan Senat AS mengesahkan CLARITY Act melalui pemungutan suara bipartisan (lintas partai) dengan hasil 15-9 pada 14 Mei.
Ketua Tim Scott mengulang narasi Trump tentang Amerika sebagai pusat kripto dunia. Kini, Pemimpin Mayoritas Senat John Thune memegang kendali jadwal proses di Senat.
Senator Cynthia Lummis memanfaatkan momentum ini untuk menyoroti perlindungan konsumen utama dalam rancangan undang-undang tersebut, merujuk pada kegagalan seperti yang terjadi saat keruntuhan FTX.
“Tanpa Clarity Act, jika sebuah exchange aset digital bangkrut, pelanggan tidak memiliki hak yang pasti atas aset milik mereka sendiri. Mereka harus ikut antre bersama kreditor lain dari Wall Street dan pengacara mahal serta hanya bisa berharap mendapatkan yang terbaik,” papar dia .
RUU ini menetapkan sebagian besar token digital sebagai komoditas dan membagi pengawasan antara CFTC dan SEC. RUU ini juga memberikan perlindungan tambahan bagi aset pelanggan yang disimpan di exchange.
Draft undang-undang masih membutuhkan minimal 60 suara di pleno Senat dan harus disesuaikan dulu dengan versi DPR. Batas waktu realistisnya adalah saat jeda Agustus, sebelum suhu politik pemilu paruh waktu mempersulit proses pengesahan.
Apakah pesan terkoordinasi ini bisa berubah menjadi dukungan super-mayoritas akan menentukan perjalanan RUU ini hingga 2026 nanti.