#WinGoldBarsWithGrowthPoints


Dorongan Kripto Trump Satukan SEC, Senat, dan Ripple di Balik CLARITY Act

Postingan Truth Social dari Presiden Donald Trump yang menyebut Amerika sebagai “ibu kota kripto dunia” memicu gelombang dukungan terkoordinasi. SEC, Senat dari Partai Republik, dan Ripple sama-sama mendesak pengesahan CLARITY Act secara cepat.

Pernyataan tersebut menandai pernyataan publik pertama Trump tentang struktur pasar aset kripto sejak Maret lalu. Para pemimpin industri dan anggota legislatif langsung mendorong agar RUU Digital Asset Market Clarity Act of 2025 menuju pemungutan suara di Senat dalam hitungan jam.

Dukungan Trump Terhadap Kripto Picu Washington & Industri Kompak Dukung CLARITY Act

Trump berpendapat bahwa mantan Ketua SEC Gary Gensler dan “Anti-Crypto Army” hampir saja menghancurkan industri aset kripto di Amerika Serikat.

Ia berjanji akan membuat kerangka hukum “siap masa depan” yang terlindung dari “Crypto Haters”.

Pada akun tersebut, Ketua SEC Paul Atkins menyoroti bahwa era penegakan hukum secara agresif oleh agensi ini sudah “berakhir,” dan berjanji akan memberikan kejelasan pasar secara menyeluruh di bawah kepemimpinan Trump bersama Kongres.

Dukungan ini sejalan dengan agenda Project Crypto yang lebih luas untuk membawa pasar blockchain ke dalam negeri serta mereset kebijakan kripto AS.

CEO Ripple Brad Garlinghouse menyebut momen ini sebagai pembuktian setelah bertahun-tahun berhadapan dengan litigasi SEC terhadap perusahaannya.

Ia menegaskan bahwa koalisi anti-kripto berhasil dikalahkan oleh pengadilan, pemilih, dan Trump sendiri.

“Anti-Crypto Army telah dikalahkan… oleh pengadilan… oleh para pemilih. Dan oleh Trump. Ini memang tidak pernah masuk akal secara kebijakan, hukum, maupun politik,” terang Garlinghouse .

Senat Partai Republik Galang Dukungan untuk CLARITY Act

Komite Perbankan Senat AS mengesahkan CLARITY Act melalui pemungutan suara bipartisan (lintas partai) dengan hasil 15-9 pada 14 Mei.

Ketua Tim Scott mengulang narasi Trump tentang Amerika sebagai pusat kripto dunia. Kini, Pemimpin Mayoritas Senat John Thune memegang kendali jadwal proses di Senat.

Senator Cynthia Lummis memanfaatkan momentum ini untuk menyoroti perlindungan konsumen utama dalam rancangan undang-undang tersebut, merujuk pada kegagalan seperti yang terjadi saat keruntuhan FTX.

“Tanpa Clarity Act, jika sebuah exchange aset digital bangkrut, pelanggan tidak memiliki hak yang pasti atas aset milik mereka sendiri. Mereka harus ikut antre bersama kreditor lain dari Wall Street dan pengacara mahal serta hanya bisa berharap mendapatkan yang terbaik,” papar dia .

RUU ini menetapkan sebagian besar token digital sebagai komoditas dan membagi pengawasan antara CFTC dan SEC. RUU ini juga memberikan perlindungan tambahan bagi aset pelanggan yang disimpan di exchange.

Draft undang-undang masih membutuhkan minimal 60 suara di pleno Senat dan harus disesuaikan dulu dengan versi DPR. Batas waktu realistisnya adalah saat jeda Agustus, sebelum suhu politik pemilu paruh waktu mempersulit proses pengesahan.

Apakah pesan terkoordinasi ini bisa berubah menjadi dukungan super-mayoritas akan menentukan perjalanan RUU ini hingga 2026 nanti.
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 7
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
ShainingMoon
· 8jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
ShainingMoon
· 8jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
ShainingMoon
· 8jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
ShainingMoon
· 8jam yang lalu
2026 GOGOGO 👊
Balas0
discovery
· 18jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
discovery
· 18jam yang lalu
2026 GOGOGO 👊
Balas0
HighAmbition
· 21jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
  • Disematkan