Belakangan ini ada yang bertanya kepada saya tentang perbedaan antara order pasar dan order limit, saya baru menyadari bahwa banyak pemula masih agak bingung memahami kedua jenis order ini. Sebenarnya ini adalah hal paling dasar namun juga paling penting dalam trading, memahami ini bisa mengurangi banyak kesalahan.



Pertama, mari bahas order pasar. Singkatnya, order pasar adalah kamu membeli dengan harga berapa pun yang terlihat, sepenuhnya ditentukan oleh pasar, tidak perlu memasukkan harga sendiri. Misalnya saat ini harga beli euro terhadap dolar adalah 1.09476, kamu langsung membeli pada harga ini, transaksi langsung selesai. Terlihat sangat cepat dan efisien, memang begitu, kecepatan transaksi sangat tinggi. Tapi masalahnya, karena pasar selalu berubah, harga yang kamu lihat dan harga aktual saat transaksi bisa berbeda, terutama saat pasar sangat volatile.

Order limit berbeda. Jenis order ini memberimu hak untuk mengontrol, kamu bisa menetapkan harga tertentu, transaksi hanya akan terjadi jika harga pasar mencapai harga yang kamu tetapkan. Misalnya kamu merasa euro terhadap dolar seharusnya dibeli di 1.09100, maka pasang order limit beli di 1.09100, menunggu pasar turun ke level ini. Terlihat ideal, tapi harganya adalah kamu mungkin tidak pernah mendapatkan kesempatan, karena harga pasar mungkin tidak pernah mencapai level yang kamu tetapkan.

Pengalaman saya menunjukkan, kedua jenis order ini masing-masing punya kegunaannya. Jika pasar tiba-tiba bergerak besar, misalnya melonjak atau jatuh tajam, menggunakan order pasar bisa memastikan kamu tidak tertinggal. Saya pernah melihat banyak orang memasukkan harga secara manual tapi reaksinya terlambat, kehilangan peluang, jadi lebih baik langsung pakai order pasar agar lebih cepat.

Tapi jika kamu tidak terburu-buru, pasar sedang berfluktuasi di kisaran tertentu, order limit adalah senjata rahasia. Misalnya harga aset berfluktuasi antara 50 sampai 55, kamu pasang order limit beli di 50 atau 51, nanti otomatis terisi saat pasar turun ke level itu, juga bisa menghemat biaya transaksi. Ini sangat membantu bagi mereka yang tidak bisa terus-menerus memantau pasar, cukup atur harga beli dan jual, lalu biarkan software yang bekerja, biarkan pasar yang mengeksekusi.

Sejujurnya, trader jangka pendek biasanya lebih suka order pasar karena kecepatan dan tingkat keberhasilan tinggi, cocok untuk mengikuti tren naik turun cepat. Tapi ini juga berisiko, kamu bisa membeli dengan harga terlalu mahal atau menjual terlalu murah, risiko saat pasar sangat volatile bisa mendapatkan harga yang tidak menguntungkan. Trader jangka panjang atau trader berpengalaman cenderung lebih suka order limit, karena bisa mengontrol harga transaksi dengan lebih baik, meningkatkan potensi keuntungan, meskipun eksekusinya lebih lambat, tapi bisa menjalankan strategi trading secara ketat.

Jadi, pilihan tergantung gaya tradingmu. Kalau buru-buru masuk pasar, pakai order pasar, tapi hati-hati terhadap risiko pembalikan saat harga naik cepat lalu turun lagi. Kalau tidak terburu-buru, pasang order limit, tapi harus menetapkan harga yang masuk akal, mempertimbangkan nilai aset dan likuiditas pasar, serta bersabar menunggu. Apapun pilihanmu, tetap harus mengelola risiko dengan baik, terutama di pasar yang sangat volatile.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan