Mengapa Bitcoin turun? Mengapa pasar kripto semakin kehilangan likuiditas? Alasannya sebenarnya sangat sederhana, yaitu di bawah ini.



1、Dari aspek makro: Inflasi kembali meledak, Federal Reserve tidak menurunkan suku bunga bahkan mungkin akan terus menaikkan suku bunga
CPI Amerika April mencapai 3,8%, PPI langsung mencapai 6,0%, keduanya melampaui ekspektasi, menunjukkan inflasi lebih keras kepala dari yang diperkirakan pasar. Awalnya pasar masih membayangkan ekspektasi penurunan suku bunga, tetapi sekarang karena harga minyak yang tinggi malah berubah menjadi kemungkinan kenaikan suku bunga.
Hasil obligasi AS meningkat, tekanan pasar risiko langsung muncul.
Semakin tinggi suku bunga → uang semakin mahal → dana lebih suka membeli obligasi, kas, emas, yaitu aset berisiko rendah.
Sedangkan mata uang kripto yang sangat volatil dan tidak memiliki penghasilan stabil, secara alami akan terlebih dahulu dikurangi posisi jualnya.

2、Dana institusional mulai menarik diri: ETF terus keluar
Kenaikan dari 2024 hingga 2025 ini, pada dasarnya banyak didorong oleh pembelian institusional melalui ETF spot.
Namun mulai Mei 2026, ETF sudah menunjukkan aliran keluar bersih secara berkelanjutan. Sebelumnya adalah institusi yang membeli dengan gila-gilaan, sekarang adalah institusi yang membeli sekaligus menarik diri. Tanpa adanya dana besar baru yang masuk, likuiditas pasar secara alami semakin memburuk, dan volatilitas Bitcoin saat ini benar-benar sangat ekstrem, pembelian oleh institusi dalam satu aspek juga telah membunuh likuiditas pasar.

3、Pasar leverage meledak berantai, semakin turun semakin jual
Sekarang pasar kontrak berleverage terlalu tinggi. Jika BTC turun menembus posisi penting seperti 80.000, 77.000, para long langsung mulai dipaksa untuk menutup posisi.
Setelah dipaksa tutup, pasar terus terjun, dan setelah terjun lagi memicu lebih banyak forced liquidation,
membentuk siklus yang buruk.
Baru-baru ini sering terlihat puluhan ribu orang mengalami margin call dalam 24 jam, dalam kondisi seperti ini, grafik pasar sama sekali tidak stabil.

Selain itu, likuiditas altcoin memang jauh lebih buruk dibanding BTC dan ETH, jadi saat turun seringkali lebih ekstrem.
4、Regulasi + risiko geopolitik: pasar mulai menghindar risiko
SEC baru-baru ini menunda kebijakan terkait tokenisasi saham, pasar akan menafsirkan ini sebagai kemungkinan regulasi yang akan terus diperketat.
Ditambah lagi situasi di Timur Tengah yang tegang, risiko konflik Iran-AS meningkat, dan ekspektasi harga minyak tembus seratus dolar mulai muncul lagi.
Harga minyak naik → tekanan inflasi semakin besar → Federal Reserve semakin enggan menurunkan suku bunga.
Dalam kondisi tekanan inflasi tinggi seperti ini, preferensi risiko secara alami terus menurun.

5、Secara teknikal sudah melemah, sistem kuantitatif mulai menjual
Setelah BTC menembus support penting seperti 80.000, 77.000, banyak sistem kuantitatif dan AI otomatis memicu stop loss.
Pada saat seperti ini bukan manusia yang menjual, melainkan program yang tanpa ampun menjual.
Jadi kamu akan sering melihat bahwa bukan karena berita buruk tiba-tiba muncul, melainkan struktur pasar sudah rusak, likuiditas mulai mengering, dan para pelaku utama mudah tertekan emosinya saat pasar sedikit terguncang.
Pada tahap ini, yang paling penting bukanlah membabi buta membeli saat harga turun, melainkan melihat dulu apakah dana benar-benar kembali mengalir ke pasar.
BTC-3,24%
PAXG-2,04%
ETH-4,37%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan