Belakangan ini banyak orang bertanya kepada saya satu pertanyaan: Apakah harga saham pasti akan turun pada hari ex-dividen? Apakah sebaiknya membeli saham sebelum atau setelah hari ex-dividen? Sejujurnya, pertanyaan ini membingungkan banyak pemula yang ingin mendapatkan penghasilan stabil dari saham dividen tinggi.



Saya akan langsung berikan kesimpulannya: Harga saham tidak harus turun pada hari ex-dividen. Banyak orang beranggapan bahwa harga saham pasti akan turun pada hari dividen, padahal ini adalah kesalahpahaman.

Mari kita lihat prinsip dasarnya. Saat hari ex-dividen, perusahaan mendistribusikan dividen tunai atau saham baru kepada pemegang saham. Secara teori, nilai total perusahaan tidak berubah, tetapi nilai per saham akan berkurang secara proporsional, sehingga harga saham akan disesuaikan ke bawah. Kedengarannya harga saham harus turun, tetapi kenyataannya jauh lebih kompleks.

Contohnya. Misalnya sebuah perusahaan menghasilkan 3 dolar per saham per tahun, dan pasar memberi valuasi dengan rasio P/E 10 kali, maka harga per saham adalah 30 dolar. Perusahaan ini sudah bertahun-tahun menghasilkan laba dan mengakumulasi banyak kas, misalnya 5 dolar per saham. Jadi, total valuasi perusahaan adalah 35 dolar per saham.

Perusahaan memutuskan membagikan dividen tunai sebesar 4 dolar per saham, dan menyisakan 1 dolar sebagai cadangan. Pada hari ex-dividen, secara teori harga saham harus turun dari 35 dolar menjadi 31 dolar. Tapi ini hanyalah teori.

Melihat sejarah, kita akan menemukan bahwa performa harga saham pada hari ex-dividen sebenarnya sangat bervariasi. Coca-Cola adalah perusahaan yang rutin membayar dividen kuartalan. Pada tahun 2023, dua hari ex-dividen justru mengalami kenaikan kecil, tetapi pada tahun 2025, dua hari ex-dividen malah sedikit turun. Apple pun menarik, terakhir kali hari ex-dividen harga saham malah naik 6,18%. Perusahaan-perusahaan besar seperti Walmart, Pepsi, Johnson & Johnson juga sering menunjukkan kenaikan harga saham pada hari ex-dividen.

Mengapa demikian? Karena pergerakan harga tidak hanya dipengaruhi oleh hari ex-dividen, tetapi juga oleh suasana pasar, kinerja perusahaan, dan kondisi pasar secara umum. Perusahaan yang fundamentalnya kuat dan rutin membayar dividen biasanya dipandang positif oleh investor, bahkan saat harga disesuaikan, mereka justru akan menambah posisi.

Lalu, apakah membeli saham setelah hari ex-dividen itu menguntungkan? Itu tergantung situasinya.

Pertama, lihat performa harga saham sebelum hari ex-dividen. Jika harga sudah naik ke level tinggi, banyak investor akan mengambil keuntungan terlebih dahulu, terutama yang ingin menghindari pajak. Pada saat itu, masuk pasar mungkin kurang bijaksana karena harga sudah mencerminkan banyak ekspektasi.

Kedua, perhatikan tren historis. Secara statistik, setelah hari ex-dividen, saham cenderung lebih sering turun daripada naik. Trader jangka pendek harus berhati-hati, karena risiko kerugian setelah membeli relatif tinggi. Tapi, jika harga turun ke level support teknikal dan mulai stabil, itu bisa menjadi peluang beli yang baik.

Yang paling penting adalah kondisi fundamental perusahaan. Jika perusahaan tersebut adalah pemimpin industri dengan fundamental yang solid, hari ex-dividen hanyalah bagian dari penyesuaian harga, bukan penurunan nilai. Perusahaan seperti ini, jika dibeli setelah hari ex-dividen dan dipertahankan jangka panjang, biasanya lebih menguntungkan karena nilai intrinsiknya tidak berubah, malah harga yang turun membuatnya lebih menarik.

Namun, perlu diingat biaya tersembunyi. Jika membeli saham ex-dividen di akun biasa yang kena pajak, Anda akan menghadapi dua kerugian sekaligus: unrealized capital loss dan pajak atas dividen yang diterima. Di pasar saham Taiwan, juga harus memperhitungkan biaya transaksi dan pajak transaksi. Biaya transaksi adalah 0,1425% dari harga saham dan dipotong, sedangkan pajak transaksi saham biasa adalah 0,3%, ETF 0,1%. Jika dihitung, biaya ini akan mengurangi potensi keuntungan dari perdagangan jangka pendek.

Secara keseluruhan, performa harga saham pada hari ex-dividen dipengaruhi banyak faktor dan tidak selalu harus turun. Investor harus mempertimbangkan fundamental perusahaan, jangka waktu investasi, dan toleransi risiko mereka. Jika perusahaan tersebut adalah perusahaan unggulan yang dipandang jangka panjang, hari ex-dividen bisa menjadi peluang untuk menambah posisi. Tapi, jika hanya ingin melakukan trading jangka pendek, risikonya cukup besar dan membutuhkan strategi yang lebih hati-hati serta manajemen risiko yang ketat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan