Saya menyadari banyak trader baru sering salah paham antara dua konsep dasar: posisi long dan short. Hari ini saya ingin berbagi secara detail tentang kedua cara trading ini karena mereka benar-benar merupakan fondasi untuk menghasilkan uang di pasar.



Sederhananya, long dan short adalah dua arah yang berlawanan dari pasar. Ketika Anda long, Anda bertaruh harga akan naik. Ketika Anda short, Anda bertaruh harga akan turun. Tetapi kekuatan sebenarnya dari long dan short tidak terletak di situ - melainkan di leverage keuangan.

Posisi long adalah perintah beli. Anda membuka posisi saat percaya harga aset akan naik. Tujuannya adalah membeli rendah, menjual tinggi untuk mendapatkan selisihnya. Contohnya: Anda melihat saham Tesla menunjukkan tanda-tanda kenaikan harga, lalu menempatkan order long di level 150 USD dengan leverage 1:10. Jika harga naik ke 165 USD, Anda mendapatkan keuntungan cukup besar. Demikian pula, jika Anda trading forex dan percaya EUR/USD akan naik, Anda juga menggunakan posisi long.

Posisi short adalah perintah jual. Tapi yang menarik adalah saat Anda short, Anda tidak perlu memiliki aset terlebih dahulu. Anda "meminjam" dari broker, menjual di harga tinggi saat ini, lalu membeli kembali di harga lebih rendah nanti untuk mengembalikan ke broker. Keuntungan adalah milik Anda. Contohnya: Anda memprediksi Apple akan turun harga, lalu short di level 134 USD. Ketika harga turun ke 120 USD, Anda membeli kembali dan mengunci keuntungan.

Hal yang kebanyakan trader baru tidak sadari adalah bahwa long dan short biasanya disertai leverage. Ini adalah cara Anda dapat memperbesar keuntungan - tetapi juga memperbesar risiko.

Bayangkan Anda hanya punya 1.000 USD. Dengan leverage 1:10, Anda bisa membuka posisi senilai 10.000 USD. Jika harga bergerak sesuai prediksi 10%, Anda menggandakan akun (keuntungan 1.000 USD). Tapi jika harga bergerak berlawanan 10%, Anda kehilangan seluruh 1.000 USD awal. Inilah yang disebut "margin call" atau "kebakaran akun".

Menurut pengalaman saya, saat menggunakan posisi long, risiko maksimal adalah 100% - karena harga tidak bisa turun di bawah 0. Tapi dengan posisi short, risiko teoritis tidak terbatas. Harga bisa naik tanpa batas, dan Anda wajib membeli kembali di level yang lebih tinggi. Peristiwa GameStop tahun 2021 adalah contoh klasik: hedge fund yang melakukan short terlalu banyak, saat harga mulai naik, mereka harus membeli kembali dengan kerugian besar - yang dikenal sebagai short squeeze.

Saya melihat banyak trader hanya tahu long dan lupa tentang posisi short. Tapi kenyataannya, short sangat berguna saat pasar sedang turun. Tahun 2022, saat USD menguat tajam karena Fed mengetatkan kebijakan moneter, mereka yang short EUR/USD mendapatkan keuntungan cukup besar.

Selain itu, long dan short juga digunakan untuk lindung nilai risiko (hedging). Misalnya Anda memegang 1000 saham Apple secara jangka panjang dan percaya perusahaan akan berkembang dalam 5 tahun. Tapi dalam jangka pendek pasar sedang panik karena berita buruk. Alih-alih menjual semua, Anda bisa membuka posisi short pada indeks S&P 500 atau Apple sendiri. Keuntungan dari short akan menutupi kerugian dari posisi long, melindungi portofolio Anda.

Dalam analisis, saat memutuskan menggunakan long atau short, Anda perlu mempertimbangkan:

- Berita makroekonomi: Jika ekonomi baik, inflasi rendah, suku bunga stabil, biasanya waktu yang baik untuk long. Sebaliknya, saat inflasi tinggi, bank sentral mengetatkan kebijakan, saat itulah short bisa menghasilkan keuntungan.

- Analisis teknikal: Anda bisa menggunakan pola candlestick penetrasi, double bottom untuk mengidentifikasi sinyal long. Untuk short, perhatikan double top, garis tren, atau saat MACD crossover ke bawah.

Tapi saya harus memberi peringatan: jangan pernah melakukan long dan short bersamaan pada aset yang sama di waktu yang sama. Ini hanya akan membuat Anda membayar biaya transaksi tanpa mendapatkan apa-apa. Namun, Anda sepenuhnya bisa long USD/JPY dan short EUR/USD sekaligus jika analisis menunjukkan kedua arah tersebut masuk akal.

Ada satu hal lagi yang ingin saya ingatkan: saat Anda memegang posisi long atau short semalam, Anda akan dikenai biaya swap (overnight fee). Jika trading jangka panjang, biaya ini akan menggerogoti keuntungan secara signifikan.

Crypto juga menerapkan long dan short, tetapi risikonya jauh lebih tinggi. Bitcoin beroperasi 24/7, volatilitas sangat besar, leverage bisa sampai 1:100. Margin call dalam crypto terjadi dengan cepat dan lebih brutal dibandingkan pasar saham tradisional.

Akhirnya, long dan short adalah alat yang kuat tetapi berbahaya. Kita perlu memahami mekanisme kerjanya dengan baik, mengelola risiko dengan baik, dan tidak pernah trading dengan uang yang tidak mampu kita kehilangan. Itulah rahasia bertahan di pasar dalam jangka panjang.
TSLA-0,53%
US500-0,22%
USDJPY200-0,01%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan