Belakangan ini ada teman yang bertanya apa itu inside dan outside volume saham, baru aku sadar banyak pemula saat melihat software charting sama sekali tidak paham data ini. Sebenarnya memahami arti inside dan outside volume saham sangat membantu untuk trading jangka pendek, hari ini aku mau bahas tentang itu.



Sederhananya, inside dan outside volume adalah membedakan siapa yang aktif mendorong transaksi. Saat kamu melihat chart, akan muncul harga beli dan harga jual, jika transaksi terjadi di harga beli maka itu adalah inside volume (penjual yang aktif menyesuaikan), menunjukkan penjual lebih agresif; jika transaksi terjadi di harga jual maka itu adalah outside volume (pembeli yang aktif menyesuaikan), menunjukkan pembeli lebih agresif.

Contohnya, misalnya order beli di 1160 yuan/1415 lot, order jual di 1165 yuan/281 lot. Jika kamu langsung jual 50 lot di 1160, 50 lot itu masuk ke inside volume; sebaliknya jika kamu langsung beli 30 lot di 1165, 30 lot itu masuk ke outside volume. Kedengarannya sederhana, tapi saat menafsirkan inside dan outside volume saham perlu dipadukan dengan pergerakan harga agar lebih akurat.

Lima tingkat harga (five-level quotes) adalah menampilkan lima harga beli dan jual teratas, kiri adalah lima harga beli (berwarna hijau), kanan adalah lima harga jual (berwarna merah). Harga satu adalah order beli tertinggi saat ini, harga satu jual adalah order jual terendah. Tapi perlu diingat, ini hanyalah order yang terpasang, tidak pasti akan terjadi transaksi.

Yang benar-benar berguna adalah rasio inside dan outside volume, yaitu volume inside dibagi volume outside. Rasio lebih dari 1 menunjukkan volume inside lebih besar, suasana pasar cenderung bearish, sinyal bearish; rasio kurang dari 1 menunjukkan volume outside lebih besar, keinginan beli kuat, biasanya sinyal bullish.

Tapi hati-hati, aku pernah melihat banyak pemain besar menggunakan order palsu untuk menipu trader ritel. Misalnya harga sideways tapi outside volume jelas lebih besar dari inside, terlihat pembelian sangat kuat, tapi order jual di level 1 sampai 3 terus bertambah, akhirnya harga tiba-tiba turun—ini adalah fake bullish. Sebaliknya, inside volume lebih besar dari outside tapi harga tidak turun malah naik, bisa jadi pemain besar sengaja pasang order beli untuk menarik trader ritel menjual, sebenarnya mereka sedang mengakumulasi.

Jadi saat menilai inside dan outside volume, sebaiknya dipadukan dengan area support dan resistance. Saat harga turun ke support, inside volume yang besar jangan panik karena ada yang mau beli di harga itu, biasanya akan rebound; saat harga naik ke resistance, outside volume yang besar jangan buru-buru beli karena bisa jadi ada tekanan jual.

Kelebihan inside dan outside volume adalah kecepatan dan kemudahan melihat tingkat kecepatan transaksi antara pembeli dan penjual saat itu, cocok untuk pemula. Kekurangannya adalah mudah dimanipulasi dan hanya mencerminkan perilaku transaksi jangka pendek, tidak bisa digunakan untuk menilai tren jangka panjang. Banyak orang rugi karena hanya mengandalkan inside dan outside volume saja.

Saran aku, inside dan outside volume hanyalah bagian dari analisis teknikal, sebaiknya dipadukan dengan volume transaksi, fundamental, dan sentimen pasar secara keseluruhan. Jangan berpikir bahwa memahami inside dan outside volume saja bisa membuat keuntungan stabil, latihan dan pemahaman psikologi pasar tetap kunci utama. Kalau ada waktu, coba latihan pakai akun demo agar bisa lebih cepat membuat keputusan saat trading nyata.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan