Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Belakangan ini saya menemukan banyak orang di sekitar saya yang tidak mengerti rasio harga terhadap laba (PE) saat berinvestasi saham, padahal sebenarnya ini tidak begitu rumit, ini adalah indikator untuk menilai apakah harga saham murah atau mahal.
Sederhananya, rasio harga terhadap laba (PE atau PER) menunjukkan berapa tahun uang yang diinvestasikan akan kembali. Misalnya, PE TSMC sekitar 13, artinya saat ini membeli saham tersebut membutuhkan waktu 13 tahun untuk kembali modal dari laba perusahaan. Cara perhitungannya sangat langsung, yaitu membagi harga saham dengan laba per saham (EPS), ini adalah metode yang paling umum digunakan. Sebagai contoh, harga saham TSMC 520 dolar, EPS tahun 2022 adalah 39,2 dolar, maka PE-nya sama dengan 520 dibagi 39,2, hasilnya sekitar 13,3.
Namun, PE juga terbagi menjadi beberapa jenis. Ada yang menggunakan EPS tahun lalu untuk menghitung, disebut rasio PE statis; ada yang menggunakan EPS dari 4 kuartal terakhir, disebut rasio PE bergulir atau TTM; dan ada juga yang menggunakan EPS perkiraan, disebut rasio PE dinamis. Sejujurnya, keakuratan EPS perkiraan biasanya tidak terlalu tinggi karena angka yang diperkirakan berbeda-beda antar lembaga.
Lalu, berapa PE yang dianggap wajar? Metode paling praktis adalah membandingkannya dengan perusahaan sejenis. Perbedaan antar industri sangat besar, misalnya rasio PE industri mobil bisa mencapai 98, sedangkan industri pelayaran hanya 1,8, jadi kita hanya bisa membandingkan antar perusahaan dalam industri yang sama. Jika membandingkan TSMC dan UMC, PE TSMC biasanya lebih tinggi. Cara lain adalah melihat sejarah perusahaan sendiri, apakah PE saat ini berada di posisi tinggi atau rendah, sehingga bisa menilai apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli.
Banyak orang suka menggunakan grafik rasio PE untuk secara visual menilai harga saham, yaitu menggambar beberapa garis di grafik harga saham, dikalikan dengan berbagai kelipatan PE, bagian atas menunjukkan harga saham tertinggi historis sesuai PE tertinggi, dan bagian bawah menunjukkan harga saham terendah sesuai PE terendah. Jika harga saham saat ini berada di area bawah, biasanya menandakan saham tersebut undervalued.
Namun, di sini perlu diingat, PE dan pergerakan harga saham tidak selalu berkaitan secara langsung. PE yang rendah tidak berarti pasti akan naik, dan PE yang tinggi tidak berarti pasti akan turun. Pasar cenderung memberi valuasi tinggi kepada perusahaan tertentu karena optimisme terhadap masa depannya. Misalnya, banyak saham teknologi memiliki PE tinggi, tetapi harga sahamnya tetap terus naik.
PE juga memiliki keterbatasan. Pertama, PE mengabaikan utang perusahaan, dengan EPS dan PE yang sama, perusahaan dengan utang lebih banyak sebenarnya memiliki risiko yang lebih besar. Kedua, sulit menilai secara akurat apakah PE tinggi atau rendah, kadang PE tinggi disebabkan oleh perusahaan yang sedang mengalami kesulitan sementara tetapi secara fundamental sehat, dan kadang juga karena pasar sudah memperhitungkan pertumbuhan masa depan. Terakhir, perusahaan startup atau yang belum menghasilkan laba sama sekali tidak bisa dihitung PE-nya, sehingga harus menggunakan indikator lain seperti PB atau PS.
Secara keseluruhan, PE adalah indikator penting saat berinvestasi, dan dikombinasikan dengan data EPS dapat membantu Anda menilai secara lebih rasional apakah saham layak dibeli. Tapi, jangan pernah menganggap PE sebagai satu-satunya standar penilaian, harus juga mempertimbangkan faktor fundamental perusahaan, prospek industri, dan aspek lainnya secara menyeluruh.