Belakangan ini saya sedang memantau sektor infrastruktur AI di pasar saham AS, dan menemukan bahwa logika saham Oracle (Oracle, ORCL) ini sangat menarik.



Banyak orang masih menganggap Oracle hanya sebagai "perusahaan lama yang membuat database", padahal itu hanya permukaannya saja. Inti dari Oracle adalah satu hal: membantu perusahaan mengelola data. Perangkat lunak basis data, infrastruktur cloud, aplikasi cloud, secara sederhana adalah "menyimpan data, mengelola data, menggunakan data". Setelah sistem ini digunakan, perusahaan harus mengeluarkan biaya besar untuk mengganti penyedia, sehingga tingkat ketergantungan pelanggan sangat tinggi.

Namun perubahan nyata terjadi setelah gelombang AI melanda. Oracle mulai beralih dari model lisensi perangkat lunak tradisional ke langganan cloud, pelanggan dari membeli lisensi menjadi membayar bulanan atau tahunan. Lebih penting lagi, AI membutuhkan pemrosesan data dalam jumlah besar dan daya komputasi yang efisien, yang merupakan keunggulan Oracle. Mereka sedang bertransformasi dari "perusahaan basis data" menjadi "penyedia infrastruktur AI".

Data laporan keuangan terbaru langsung membantah keraguan pasar. Pendapatan kuartal ketiga mencapai 17,2 miliar dolar AS, meningkat 22% tahun ke tahun, mencapai tertinggi dalam 15 tahun. Pendapatan cloud meningkat 44% menjadi 8,9 miliar dolar AS, pertama kali melebihi setengah dari total pendapatan. Lebih mencengangkan lagi, OCI (Infrastruktur Cloud Oracle) meningkat 84% menjadi 4,9 miliar dolar AS, menunjukkan permintaan daya komputasi AI yang meledak.

Angka paling mengejutkan adalah RPO (Remaining Performance Obligation) yang melonjak menjadi 553 miliar dolar AS, meningkat 325% tahun ke tahun. Ini berarti Oracle sudah mengunci pendapatan pertumbuhan tinggi selama beberapa tahun ke depan, sehingga prospek pendapatan sangat jelas. Sebagian besar pesanan berasal dari raksasa teknologi seperti OpenAI, Meta, di mana pelanggan bahkan menyediakan GPU sendiri, sementara Oracle hanya bertanggung jawab untuk deployment dan operasional.

Performa harga saham juga membuktikan transformasi ini. Pada September tahun lalu, harga saham melonjak 36% karena berita pesanan dari OpenAI, meskipun kemudian mengalami koreksi besar, akhir-akhir ini kembali menguat. Konsensus analis merekomendasikan "beli kuat", dengan target harga rata-rata lebih dari 245 dolar AS.

Namun, perlu diingat bahwa Oracle juga menghadapi tantangan besar. Untuk mendukung pesanan besar ini, pengeluaran modal sudah melonjak ke 50 miliar dolar AS, menyebabkan arus kas bebas selama beberapa kuartal berturut-turut negatif. Margin laba operasional mungkin turun dari 72% menjadi 54%. Selain itu, ketergantungan berlebihan pada beberapa pelanggan besar seperti OpenAI juga berisiko. Di pasar cloud, pangsa pasar Oracle hanya sekitar 3%, jauh tertinggal dari AWS dan Azure.

Sejujurnya, kunci investasi Oracle bukanlah apakah perusahaan ini bagus atau tidak, melainkan bagaimana pasar memberi penilaian terhadapnya. Jika pasar menganggapnya sebagai perusahaan infrastruktur AI, valuasinya akan meningkat secara signifikan. Jika tetap menganggapnya sebagai perusahaan perangkat lunak tradisional, ruangnya terbatas. Inilah inti dari transaksi yang sebenarnya.

Rantai pasokan di Taiwan juga ikut menikmati manfaat ini. Foxconn adalah pemasok utama server AI Oracle, Wistron, Quanta, dan Mitac juga masuk ke dalam rantai pasokan. Lianjun langsung memasok modul komunikasi optik, yang dianggap sebagai pemenang tersembunyi. TSMC juga secara tidak langsung mendapat manfaat dari peningkatan permintaan chip.

Untuk investor dengan berbagai tipe, strateginya juga berbeda. Trader jangka pendek bisa fokus pada fluktuasi laporan keuangan dan berita kolaborasi AI, karena reaksi Oracle terhadap kejadian ini cukup jelas. Investor swing harus memantau pertumbuhan pendapatan cloud dan kemajuan konversi RPO. Investor jangka panjang perlu menilai apakah Oracle mampu berhasil bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur AI.

Saran saya, jangan buru-buru melakukan pembelian. Coba gunakan akun demo selama dua minggu, amati reaksi harga saham setelah laporan keuangan, perubahan pertumbuhan pendapatan OCI, dan sentimen pasar terhadap infrastruktur AI. Setelah merasa familiar dengan ritme fluktuasi saham ini, baru coba dengan modal kecil. Peluang saham konsep Oracle memang ada, tapi ritme adalah hal yang lebih penting daripada apa pun.
ORCL0,37%
TSM1,10%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan