Jujur saja, jika Anda baru memasuki bidang perdagangan keuangan, konsep spread akan menjadi salah satu hal pertama yang perlu Anda pahami dengan baik. Ini bukan hanya angka di layar, tetapi sebenarnya adalah biaya tersembunyi yang harus Anda bayar setiap kali membuka posisi.



Lalu, apa itu spread? Singkatnya, ini adalah selisih antara harga bid (harga beli) dan harga ask (harga jual) dari pasangan mata uang. Misalnya, ketika Anda melihat EUR/USD di level 1,1021/1,1023, maka spread di sini adalah 2 pips, atau 0,0002. Itu adalah keuntungan broker dari setiap transaksi yang Anda lakukan.

Ada dua jenis spread yang akan Anda temui. Jenis pertama adalah spread tetap - yang tidak pernah berubah, sehingga Anda dapat memprediksi biaya transaksi secara akurat. Ini sangat bagus jika modal Anda terbatas, tetapi kekurangannya adalah saat pasar bergejolak cepat, Anda akan mengalami requote atau slippage. Jenis kedua adalah spread variabel, yang selalu berubah sesuai kondisi pasar. Keuntungannya adalah harga yang lebih transparan, tetapi tidak cocok untuk trader scalping karena spread yang melebar dengan cepat akan menggerogoti keuntungan.

Perhitungan spread sebenarnya juga tidak sulit. Jika Anda trading 1 kontrak EUR/USD dengan spread 0,9 pips, Anda harus membayar sekitar 9 USD. Dengan 10 kontrak, biaya akan menjadi 90 USD. Yang penting adalah saat membandingkan berbagai broker, Anda harus memastikan bahwa ukuran transaksi sama, karena jika tidak, angka tersebut tidak akan bermakna.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah spread tidak selalu stabil. Ada waktu-waktu di mana spread akan melebar secara signifikan, yang disebut sebagai fenomena spread widening. Ini biasanya terjadi saat likuiditas pasar tipis, misalnya di tengah sesi perdagangan atau sebelum berita ekonomi penting diumumkan. Saat itu, spread bisa meningkat dari 1-2 pips menjadi 5-10 pips atau bahkan lebih. Jika Anda trader jangka pendek, Anda harus berhati-hati dengan waktu-waktu ini karena akan cepat menggerogoti keuntungan Anda.

Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi spread: likuiditas, volume perdagangan, dan volatilitas harga. Saat likuiditas tinggi, banyak pembeli dan penjual, spread akan lebih sempit. Sebaliknya, saat likuiditas rendah, spread akan melebar. Pasangan mata uang populer seperti GBPUSD atau EURUSD biasanya memiliki spread yang lebih kecil dibandingkan pasangan mata uang yang kurang diperdagangkan.

Lalu, bagaimana cara mengurangi biaya spread? Cara paling sederhana adalah hanya trading saat pasar memiliki likuiditas tinggi, yaitu saat banyak partisipan aktif. Saat itu, market maker akan bersaing untuk mempersempit spread dan menarik pelanggan. Cara kedua adalah menghindari trading pasangan mata uang yang kurang populer. Jika Anda hanya trading pasangan utama, Anda akan melihat spread yang lebih rendah dan kondisi trading yang lebih baik.

Selain pasar forex, spread juga ada di pasar lain. Di pasar saham, spread adalah selisih antara harga beli dan harga jual sebuah saham. Di pasar obligasi, spread adalah selisih imbal hasil antara dua obligasi. Di pasar komoditas berjangka, spread adalah selisih harga antara kontrak berjangka dengan tanggal pengiriman berbeda.

Singkatnya, memahami spread sangat penting bagi setiap trader. Ini tidak hanya mempengaruhi biaya transaksi Anda tetapi juga mempengaruhi keuntungan akhir. Jika Anda baru memulai, sebaiknya uji strategi trading Anda di akun demo terlebih dahulu sebelum menerapkannya secara nyata. Ini akan membantu Anda memahami lebih baik bagaimana spread bekerja dan dampaknya terhadap trading Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan