Belakangan ini saya sedang mengumpulkan sejarah pasar, dan menemukan fenomena yang cukup menarik—— banyak orang mudah terjebak dalam pasar beruang, terutama saat terjadi rebound jangka pendek.



Pasar beruang sebenarnya mudah didefinisikan, yaitu ketika harga aset turun lebih dari 20% dari puncaknya, dan tren penurunan ini bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Tapi yang benar-benar menguji investor bukanlah pasar beruang itu sendiri, melainkan rebound yang mudah menipu di dalam pasar beruang tersebut. Kita sering menyebutnya "jebakan pasar beruang"—yaitu kondisi di mana dalam tren penurunan yang terus berlangsung, muncul kenaikan harga selama beberapa hari bahkan minggu, dan banyak orang akan salah mengira bahwa pasar sedang memasuki pasar bullish, padahal saat mereka masuk, sudah terjebak.

Lihat saja sejarahnya. Pasar beruang tahun 2022, dipicu oleh pencetakan uang besar-besaran oleh bank sentral global setelah pandemi yang menyebabkan inflasi melonjak, ditambah perang Ukraina-Rusia yang menaikkan harga energi, Federal Reserve terpaksa menaikkan suku bunga secara besar-besaran dan mengurangi neraca. Kepercayaan pasar langsung runtuh, terutama saham elektronik yang selama dua tahun terakhir melonjak tajam, jatuh paling parah. Tapi dalam proses ini, pasti ada beberapa rebound yang membuat orang berpikir pasar sudah bottoming out, inilah ciri khas jebakan pasar beruang.

Bandingkan dengan gelombang pandemi 2020, meskipun penurunannya mengerikan (Dow Jones dari puncak 29.568 pada Februari turun ke 18.213 pada 23 Maret), bank sentral global belajar dari pelajaran 2008, langsung meluncurkan QE untuk menstabilkan likuiditas, dan hanya dalam lebih dari satu bulan pasar berbalik arah, bahkan kemudian menyambut dua tahun pasar bullish yang luar biasa. Ini adalah bottom yang sebenarnya, bukan jebakan pasar beruang.

Lalu, bagaimana membedakan apakah ini adalah pembalikan nyata atau jebakan pasar beruang? Saya memperhatikan beberapa sinyal kunci: saham yang naik harus lebih dari 50%, lebih dari 55% saham menciptakan level tertinggi baru dalam 20 hari, 90% saham diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 10 hari. Kecuali semua kondisi ini terpenuhi, atau harga saham naik lebih dari 20% dan benar-benar keluar dari pasar beruang, biasanya itu hanyalah rebound.

Dari sejarah yang lebih panjang, S&P 500 dalam 140 tahun terakhir mengalami 19 kali pasar beruang, dengan rata-rata penurunan 37,3%, dan durasi sekitar 289 hari. Tapi beberapa pasar beruang sangat brutal—krisis keuangan 2008 dari Oktober 2007 sampai Maret 2009, turun 53,4%, dan butuh 4 tahun untuk kembali ke level tertinggi 2007. Krisis minyak 1973-74 bahkan lebih parah, dengan penurunan 48% selama 21 bulan, karena saat itu terjadi stagflasi, ekonomi melambat sementara inflasi tetap tinggi.

Pasar beruang biasanya disertai resesi ekonomi, tingkat pengangguran tinggi, dan hilangnya kepercayaan. Perusahaan mengurangi perekrutan dan investasi, konsumen menahan pengeluaran, investor menjual aset, dan ketiga faktor ini menyebabkan harga saham anjlok. Ledakan gelembung juga sering menjadi penyebab—contohnya gelembung dot-com tahun 2000, di mana banyak perusahaan teknologi tanpa profit nyata diborong naik, dan saat investor mulai menarik dana, terjadi efek kejatuhan massal.

Menghadapi pasar beruang, pengamatan saya adalah seperti ini. Pertama, harus menyisihkan cukup kas, mengurangi leverage dan risiko. Kedua, fokus pada saham yang tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi ekonomi, seperti saham di bidang kesehatan. Jika ingin membeli saat bottom, pilih saham unggulan yang memiliki keunggulan kompetitif dan bertahan minimal 3 tahun, dan tunggu sampai harga mereka turun ke rasio PE historis yang rendah, lalu lakukan pembelian secara bertahap.

Ada satu alat yang juga patut diperhatikan—karena peluang penurunan di pasar beruang tinggi, peluang short selling pun cukup besar. Produk derivatif seperti CFD memungkinkan Anda mencari peluang investasi di pasar beruang, baik itu short index, forex, maupun saham individual.

Akhir kata, pasar beruang tidaklah menakutkan, yang menakutkan adalah terjebak dalam jebakan pasar beruang. Asalkan mampu mengidentifikasi awal mula pasar beruang dan menggunakan alat yang tepat untuk melindungi aset, sebenarnya ada peluang profit dari posisi long maupun short. Kuncinya adalah bersabar, tegas dalam stop loss dan take profit, dan jangan terbuai rebound jangka pendek. Jebakan pasar beruang adalah ujian ketahanan mental Anda.
US500-0,06%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan