Belakangan ini melihat kinerja pasar saham Tiongkok, benar-benar cukup menarik. Sejak September tahun lalu, indeks Shanghai naik hampir 50%, yang dalam pasar yang sebelumnya banyak diperkirakan akan melemah ini, benar-benar menarik perhatian. Menariknya, institusi besar internasional seperti Goldman Sachs dan JPMorgan baru-baru ini mengeluarkan sinyal optimisme terhadap pasar saham Tiongkok, bahkan memprediksi masih ada potensi kenaikan sekitar 30% dalam beberapa tahun ke depan.



Sejujurnya, logika pasar saham Tiongkok patut dipahami lebih dalam. Pasar ini baru dimulai sejak 1990, masih sangat muda dibandingkan saham AS, tetapi karakter pergerakannya sangat khas—"bull pendek, bear panjang, kenaikan dan penurunan yang ekstrem". Dalam sejarah, pasar ini telah mengalami beberapa gelombang bull yang didorong oleh stimulus kebijakan, serta crash cepat akibat leverage berlebihan. Tapi kali ini tampaknya berbeda, karena ada dasar logis yang lebih kuat sebagai pendukungnya.

Daya dorong utama pasar saham Tiongkok terdiri dari tiga faktor: likuiditas, kebijakan, dan fundamental. Kali ini rebound-nya sangat dipengaruhi oleh kebijakan dukungan dari bank sentral, tetapi yang lebih penting adalah mulai membaiknya laba perusahaan, serta faktor-faktor seperti penerapan AI, kebijakan "melawan tekanan internal", dan ekspansi manufaktur ke luar negeri yang bekerja bersama-sama, diperkirakan laba per saham bisa meningkat sekitar 12%. Ditambah lagi, valuasi masih memiliki ruang untuk pemulihan, sehingga membentuk sebuah logika kenaikan yang relatif lengkap.

Kalau ingin berpartisipasi di pasar saham Tiongkok, pertama-tama harus memahami struktur pasar. Yang paling penting adalah indeks CSI 300, ini menjadi acuan utama bagi investor asing. Selain itu ada juga indeks SSE 50 (saham besar), CSI 500, CSI 1000 (saham kecil), dan lain-lain, masing-masing memiliki karakteristik sendiri. Dari segi industri, pasar saham Tiongkok didominasi oleh sektor keuangan, elektronik, farmasi, dan manufaktur, yang sangat terkait dengan kebijakan ekonomi dan tingkat prospek industri manufaktur.

Bagi investor Taiwan, ada dua jalur utama untuk membeli saham Tiongkok. Pertama adalah melalui perantara saham terpusat (CIBM), seperti Yuanta dan KGI yang mendukung. Kedua adalah melalui broker asing, seperti Futu dan Tiger Brokers. Saat memilih platform, penting untuk memperhatikan kekuatan platform, kemudahan deposit, kelancaran transaksi, dan sebaiknya juga mendukung layanan berbahasa Mandarin. Selain itu, banyak perusahaan besar Tiongkok yang terdaftar di Hong Kong dan AS, seperti Tencent dan Alibaba, juga merupakan pilihan yang bagus.

Dari sudut pandang investasi, perusahaan-perusahaan unggulan seperti CATL dan China Mobile karena fundamental yang stabil dan arus kas yang cukup, relatif aman. Cambricon memiliki keunggulan teknologi di bidang chip AI, dan Hengrui Medicine memiliki nilai langka dalam tren peningkatan industri farmasi. Tapi perlu diingat, kenaikan saat ini lebih banyak didorong oleh ekspansi valuasi daripada perbaikan fundamental, karena rasio PE indeks MSCI China sudah di atas rata-rata sepuluh tahun, sehingga risiko juga ada—jika pemulihan makro tidak sesuai harapan, laba perusahaan tidak mengikuti, pasar bisa mengalami koreksi.

Secara keseluruhan, nilai alokasi jangka panjang di pasar saham Tiongkok memang sedang meningkat, tetapi dalam jangka pendek perlu waspada terhadap risiko overvaluasi. Bagi investor yang ingin berpartisipasi, disarankan untuk melakukan penempatan secara bertahap, dan fokus pada perusahaan-perusahaan unggulan yang fundamentalnya benar-benar membaik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan