Belakangan ini sedang mengatur catatan perdagangan, tiba-tiba teringat indikator klasik Fibonacci, dan menemukan bahwa banyak pemula sebenarnya masih memiliki salah paham tentangnya.



Deret Fibonacci terdengar sangat rumit, tetapi sebenarnya hanyalah rangkaian angka ajaib: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144… setiap angka adalah jumlah dari dua angka sebelumnya. Menariknya, ketika kamu membagi satu angka dalam deret dengan angka sebelumnya, kamu akan terus mendapatkan angka sekitar 1.618. Misalnya 1597 dibagi 987, atau 610 dibagi 377, keduanya mendekati 1.618. Inilah rasio emas yang legendaris, yang ada di mana-mana dalam alam, dan tidak terkecuali di pasar keuangan.

Jadi indikator Fibonacci didasarkan pada rasio emas ini. Trader menggunakannya untuk mencari level support dan resistance, serta menilai di mana harga mungkin berbalik. Inilah mengapa Fibonacci sangat populer di pasar forex.

Berbicara tentang aplikasi nyata, level retracement Fibonacci adalah yang paling sering saya gunakan. Ini memungkinkan kamu menggambar garis horizontal antara dua titik harga sembarang, biasanya titik tertinggi dan terendah. Persentase 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 78.6% adalah area di mana harga aset mungkin berhenti atau berbalik.

Contohnya, misalnya harga emas naik dari 1681 ke 1807.93, kamu bisa menggambar garis Fibonacci retracement dari kedua titik ini. Maka level-level retracement akan menjadi: 23.6% di 1777.97 dolar, 38.2% di 1759.44 dolar, 50% di 1744.47 dolar, 61.8% di 1729.49 dolar, dan 78.6% di 1708.16 dolar. Ketika harga kembali ke salah satu level ini, misalnya 61.8%, trader bisa menganggapnya sebagai support potensial dan menempatkan order beli di sana.

Ada dua penggunaan utama dari Fibonacci retracement. Satu adalah saat harga naik tajam lalu kembali turun, kamu mencari titik rebound sebelum koreksi; yang lain adalah saat harga turun tajam lalu rebound, kamu mencari titik koreksi dari atas. Biasanya saya menggabungkan Fibonacci retracement dengan indikator teknikal lain atau pola tren, agar sinyal konfirmasi lebih kuat.

Selain retracement, ada juga Fibonacci extension, indikator ini digunakan untuk menetapkan target harga atau memprediksi titik yang mungkin akan disentuh di masa depan. Jika retracement membantu mengonfirmasi titik masuk, extension membantu menentukan kapan keluar. Level extension Fibonacci yang umum meliputi 100%, 161.8%, 200%, 261.8%, dan 423.6%.

Dalam tren naik, kamu perlu menentukan tiga titik kunci: titik X (low), titik A (high), dan titik B (level retracement tertentu). Setelah dikonfirmasi, kamu bisa menempatkan order beli di titik B, lalu menggunakan level extension untuk menemukan area target potensial. Logika tren turun serupa, hanya arahnya berbalik.

Sejujurnya, alat Fibonacci ini memang memiliki nilainya, tetapi bukan segalanya. Yang terpenting adalah menggabungkannya dengan analisis pasar nyata dan strategi trading pribadi. Kadang-kadang indikator ini memberi sinyal bagus, kadang juga menipu. Jadi, latihan langsung di pasar sangat penting agar benar-benar menguasai teknik ini.
XAUUSD-0,18%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar