Belakangan ini menemukan banyak investor yang salah paham tentang ETF leverage, mengira bahwa membelinya bisa menghasilkan keuntungan stabil, padahal risikonya jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Hari ini kita akan bahas apa sebenarnya ETF leverage itu, dan mengapa tidak cocok untuk dipertahankan jangka panjang oleh kebanyakan orang.



Pertama, kesimpulannya: ETF leverage biasanya hanya cocok untuk perdagangan jangka pendek, bukan alat investasi jangka panjang. Ada dua alasan utama di balik ini—efek bunga majemuk dan pengurangan volatilitas. Saya akan jelaskan dengan contoh sederhana, misalnya indeks tertentu naik 10% hari pertama, turun 10% hari kedua, terlihat seperti kembali ke titik awal, tetapi jika Anda memegang ETF leverage 2 kali, hari pertama naik 20%, hari kedua turun 20%, akhirnya mengalami kerugian 4%, bukan kembali modal. Inilah jebakan ETF leverage.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja ETF leverage? Singkatnya, melalui derivatif keuangan seperti futures dan opsi, ETF ini memperbesar pengembalian harian dari indeks acuan. Misalnya ETF leverage 2 kali, jika indeks naik 1%, ETF akan naik 2%, jika indeks turun 1%, ETF akan turun 2%. Kedengarannya sangat menarik, tetapi mekanisme rebalancing harian akan terus menggerogoti keuntungan dalam pasar yang bergejolak.

ETF inverse juga konsep serupa, menawarkan pengembalian yang berlawanan dengan indeks, cocok untuk short selling atau hedging risiko, tetapi juga tidak cocok untuk dipertahankan jangka panjang.

Apakah ada kondisi di mana ETF leverage cocok untuk dipertahankan jangka panjang? Memang ada, yaitu dalam pasar tren satu arah. Misalnya, indeks S&P 500 setelah crash pandemi Maret 2020, memulai kenaikan panjang selama lebih dari satu tahun, dalam kondisi seperti ini, memegang ETF leverage bisa benar-benar menguntungkan. Tapi kondisi seperti ini sangat jarang.

Di pasar, ETF leverage biasanya menawarkan leverage 2x atau 3x, dengan volume transaksi besar di pasar saham AS termasuk produk yang mengikuti Nasdaq 3 kali lipat long dan short, serta ETF leverage terkait S&P 500.

Jika Anda benar-benar ingin menggunakan leverage untuk memperbesar keuntungan, ada beberapa tipe investor yang cocok dengan ETF leverage: trader berpengalaman, yang memiliki toleransi risiko tinggi, dan mampu memantau pasar secara aktif. Sebaliknya, investor jangka menengah panjang, yang risiko toleransinya terbatas, atau yang tidak punya waktu untuk memantau pasar, ETF konvensional lebih cocok.

Terakhir, ingatkan bahwa aset dasar ETF leverage adalah derivatif, bukan saham, sehingga tidak membayar dividen. Selain itu, pilihlah ETF leverage dengan volume transaksi besar untuk menghindari spread beli-jual yang terlalu lebar. Secara keseluruhan, ETF leverage adalah pedang bermata dua, jika tidak digunakan dengan baik, justru akan mempercepat kerugian.
US500-0,32%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar