Kemarin saya melihat kembali studi kasus perdagangan dari teman, lalu berpikir bahwa hal ini sebaiknya dibagikan kepada semua orang karena merupakan sesuatu yang banyak orang belum benar-benar mengerti, yaitu tentang Overbought dan Oversold dalam teknik analisis.



Sebenarnya, Overbought Oversold adalah analisis yang membantu kita agar tidak terjebak dalam perangkap membeli terlalu mahal atau menjual terlalu murah. Menggunakan indikator untuk mengukur apakah pasar sedang dalam kondisi terlalu banyak membeli (Overbought) atau terlalu banyak menjual (Oversold) berdasarkan harga dan volume perdagangan yang sudah terjadi sebelumnya.

Mari kita bahas dulu tentang kondisi oversold. Ini adalah sinyal yang menunjukkan bahwa aset sedang dijual hingga harga turun di bawah level yang seharusnya. Ketika masuk ke zona ini, kekuatan jual biasanya mulai melemah dan kekuatan beli akan masuk menggantikan, sehingga harga berpeluang rebound. Sedangkan Overbought adalah kondisi yang berlawanan, yaitu harga sudah dibeli sampai terlalu mahal. Ketika masuk ke zona ini, kekuatan beli mulai habis dan kekuatan jual akan menggantikan, serta harga cenderung berbalik turun.

Alat yang digunakan untuk mendeteksi kondisi ini ada banyak, tetapi yang paling umum digunakan adalah RSI dan Stochastic Oscillator. RSI adalah indikator yang menunjukkan rasio kekuatan kenaikan terhadap penurunan. Nilai RSI berkisar antara 0 sampai 100. Ketika RSI di atas 70, itu menunjukkan pasar berada di zona Overbought. Sebaliknya, ketika RSI di bawah 30, itu adalah kondisi Oversold.

Stochastic Oscillator juga bekerja mirip, menunjukkan posisi harga penutupan terhadap rentang harga tertinggi dan terendah dalam periode tertentu. Ketika %K di atas 80, masuk ke zona Overbought, dan ketika %K di bawah 20, masuk ke zona Oversold.

Namun, di sinilah banyak orang salah paham. Overbought dan Oversold bukan sinyal beli atau jual langsung. Mereka hanyalah indikator yang menunjukkan bahwa pasar sedang berlebihan ke satu arah tertentu. Harus dikombinasikan dengan alat lain agar hasilnya lebih akurat.

Ada dua metode utama menggunakan Overbought Oversold dalam trading, yaitu Mean Reversion dan Divergence. Mean Reversion adalah trading dalam kondisi sideways, di mana kita akan trading di titik Overbought atau Oversold dengan asumsi harga akan kembali ke rata-rata. Metode ini cocok ketika pasar tidak memiliki tren yang kuat.

Sedangkan Divergence adalah trading saat terjadi perubahan tren. Ketika indikator memberi sinyal yang bertentangan dengan harga, misalnya harga membuat titik terendah baru tetapi RSI tidak mengikuti, ini adalah sinyal bahwa kekuatan tren sedang melemah dan ada peluang harga akan berbalik naik.

Di sini penting diingat bahwa Overbought Oversold adalah alat bantu yang bisa sangat membantu, tetapi harus digunakan bersama alat lain agar lebih akurat. Jangan percaya sepenuhnya hanya pada indikator ini. Setiap kali melakukan trading berdasarkan sinyal ini, selalu cari konfirmasi dari indikator lain atau pola harga lainnya. Dengan begitu, sistem trading kita akan menjadi lebih kokoh dan dapat dipercaya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan